Jumat, 20 Maret 2015

Menanti Hari

Tanpa sadar sudah kurang 2 minggu lagi aku menuju kehidupan baru ku. Mempersiapkan hal itu cukup membuatku bingung dan tingkat kecengeng ku pun bertambah.

Di rumah semua orang bersiap menyambut, namun aku masih bermimpi bertemu dengan orang yang baik di masa lalu ku.

Semua berjalan semua dilalui dengan niat terus beribadah. Penyesuaian diri, saling melengkapi.

Mohon doa restunya untuk persiapan ku ini, agar dimudahkan, dilancarkan dan dapat membahagiakan semua orang.

Mohon maaf lahir batin atas kesalahan yang aku perbuat.

Bismillah menanti hari...

Mengingat Masa Lalu

Berjalan melalui hari, merangkai rencana untuk esok hari. Namun kini sedikit terhenyak diam dan ku menoleh ke belakang.

Banyak cerita lalu yang pernah kurasakan bersama kalian. Cerita sedih, lucu hingga memalukan.

Kenangan itu seperti terputar kembali ke layar paling depan. Memperlihatkan bayangan cerita kita, kamu, aku dan kalian.

Ga ingin pergi, masih ingin menikmati cerita ini. Tapi langkah kaki tak boleh berhenti ataupun malah mundur ke belakang. Aku tetap harus kembali berjalan bahkan berlari untuk terus merangkai cerita lain di waktu yang terus maju.

Kalian, kita, kamu, aku sudah menjadi cerita, aku masih ingat kisah itu.
Di satu masa, rasa kangen untuj menoleh ke belakang akan dirasakan lagi. Dan kalian mempunyai peran di masa kehidupan ku.

Rabu, 21 Januari 2015

Ketika kamu...

Mencintai mu bukan karena alasan. Mencintai kamu seperti selalu diingatkan. Mencintai menjadi sebuah kewajiban.

Kamu ya...Kamu yang disana memperhatikan aku. Dimulai dari saling memperkenalkan diri, berusaha mendekat. Mengikuti hari - harinya.  Mengikuti suasana hatinya.

Masih sulit dijelaskan kenapa dengan kamu?
Nyaman ya..
Dilindungi ya...
Diajarkan ya...

Lalu aku harus menemukan seperti apa lagi bila tidak dengan mu. Cukup aku bersamamu, mengabdi menjadi pendamping hidup mu.

Kisah kita tak seromantis cerita di film, tapi rasa kita cukup hanya aku kamu dan tuhan saja yang tahu.

Dimudahkan yaa...
Dilancarkan ya..
Dihalalkan ya...

InsyaAllah

Selasa, 20 Januari 2015

Menemukan seseorang #5

Perjalanan kita memang Baru sangat awal namun entah kenapa proses ini terasa mudah.
Mengenal karena dikenalkan. Bertemu dengan jadwal yang selalu dibatalkan.

Kita Baru berjalan beberapa bulan dengan pembahasan lebih dari 10 tahun ke depan.

Aku memang ingin menemukan seseorang yang mau berjuang bersama, memahami hati yang Sama, merasakan dengan cinta yang Sama serta Ridho yang selalu ingin didapatkan

Mas, proses ini aku merasakan secara perlahan. Aku tau rasa ini saling kita Rasakan. Dengan tujuan yang Sama kita terus berjalan, aku berada dibelakang mu dengan memegang erat tangan dan kaki mu membawaku menuju

Alhamdulillah kedua Keluarga merestui dan masih terus berharap restu Mu.

Bismillah Semoga semua proses menuju sunnah Mu dimudahkan dilancarkan dan dilakukan dengan baik.

Minggu ini Semoga membuka Langkah dan tujuan yang lebih pasti lagi atas dasar kesepakatan bersama kita dan 2 Keluarga ini.

Kamis, 25 Desember 2014

Menemukan... (seseorang) #4

Menjalani hubungan ini berlalu dalam bulan. Banyak hal yang diceritakan dan melakukan kesepakatan dengan persepsi yang sama. Keasyikan memiliki dunia sendiri dialami disetiap weekend. Berkomunikasi sehari 2x dengan berbagai materi pembahasan yang terasa tak ada habisnya. Mengalami kejadian bersama, berfikir, berencana bahkan melakukan hal tersebut sudah memiliki cerita dengan buku tersendiri. Buku kita, buku yang berisi cerita kita.

Hari ini, seperti biasa malam jumat adalah malam nge date kita. Sekedar menghabiskan sisa waktu bersama, keliling mall bahkan memiliki keseruan sendiri dengan berbagai komentar dari aktivitas di sekitar kita. Aku memiliki teman bercerita berbagai hal hingga tatapan nanar orang sekitar yang bisa membuat kita tertawa terpingkal-pingkal.

Kamu mempercayakan aku mendengar cerita keseharian di masa lalumu dengan pembelajaran disetiap tindakannya.

Mas, kamu itu membuatku fokus dengan ceritamu
Mas, kamu bisa mengalihkan perhatianku atas berbagai hal
Mas, kamu mengajarkan ku mengenai hubungan dengan Allah

Mas, aku bangga bisa menjadi bagian dirimu hingga saat ini

Kalau boleh minder, banyak hal yang membuatku takut maju. Tapi mas, kamu yang meyakinkan bahwa aku bisa memegang tangan mu saat tingkat minderku berlebihan.

Mas, terima kasih sudah memilih aku dengan semua kekurangan ini
Aku sayang kamu

Rabu, 08 Oktober 2014

Terinspirasi dari buku "He's Just Not That Into You" karya Greg Behrendt dan Liz Tuccillo (penulis dan konsultan "Sex and the city).

Sebagai penulis Greg membahas tentang tingkah polah dan pikiran dari para wanita yang bercerita mengenai hubungan antara wanita dengan teman prianya. Yang sering terjadi adalah bila seorang wanita bertemu atau mengenal seorang pria dan merasa jatuh cinta maka wanita itu akan terus berharap dan menunggu tanpa tau respon apa yang sebenarnya diberikan oleh pria tersebut.
Seorang wanita akan mengeluarkan semua dalih bila pria tersebut berusaha meninggalkannya karena sebenarnya seorang pria tidak akan bicara terus terang bila mereka tidak benar-benar mencintai wanitanya, mereka lebih baik mengorbankan jiwa daripada berterus terang. jadi wanita berhati-hatilah.
Seorang pria bila benar-benar mencintai seorang wanita akan mencari informasi mengenai diri wanitanya, mengenalnya dengan baik, menghubunginya tiap waktu untuk mengetahui keadaanya, merelakan waktunya untuk memikirkan wanitanya, memberikan harapan, menunggunya, membahagiakan wanitanya, mengajaknya jalan sekedar ngobrol lebih dalam mengenai dirinya, menghabiskan waktu untuknya, dan benar-benar mengejar/berusaha mendapatkan seorang wanita tersebut.
Sehingga wanita tak perlu menghabiskan waktunya untuk berharap dan menunggu seorang pria yang tidak benar-benar mencintainya. Karena sebenarnya semua wanita itu cantik dan bisa mendapatkan yang lebih dari seorang pria.
Maka sadar lah wanita, kita pasti bisa mendapatkan pria yang benar-benar mencintai kita dengan sepenuh hati apapun yang terjadi. Seperti dalam sebuah surah dalam Alqur'an bahwa Allah menciptakan manusia hidup dalam berpasang-pasangan dalam jenisnya. Jangan lah takut akan kehilangan jodoh karena akan ada jodoh terbaik yang diberikanNya untuk masing-masing diri kita.
Mungkin pernah ada pendapat mengenai "jangan pernah terlalu memilih". sebagai makhluk yang merasakan rasa jika tidak jadi seorang pemilih maka ia tidak memiliki rasa. Rasa terbentuk karena keinginan dan harapan yang mempengaruhi hati untuk merespon.

Menemukan...(seseorang) #3

Sore itu, kamu telpon dan menanyakan apakah ingin bertemu dengan pilihan jawaban iya atau tidak. Sulit memilih jawaban itu, dengan terpaksa ku jawab.
"Klo boleh jujur, aku mau kamu datang. Tapi bohongnya mending kamu pulang aja ya, sana pulang".
Dan tanggapan kamu, "oke, aku 1 jam lagi sampai rumah kamu".
Hwaaa...antara senang atau gundah gulana mendengar tanggapan kamu.
1 jam berlalu dan kamu pun tiba.
"Aku udah diluar".
Aku datang dan membukakan pintu dan mempersilakan masuk ke dalam rumah. Kamu mulai berbasa-basi dengan Bapak ku, aku hanya tersenyum mendengarnya sambil mengaduk teh hangat.
Menghabiskan teh hangatnya, kami pun berpindah untuk makan malam dan sekedar berbagi cerita. Kamu menceritakan tentang cara kamu bekerja hingga beberapa bersosialisasi dengan teman mu di kantor. Tanpa sadar sudah jam 09.00 malam, kami pun berajak kembali ke rumahku.
Tak lama di rumah, kamu berpamitan dengan mama ku. Ku lihat matamu memerah karena kantuk dan lelah.
1 jam berlalu dan kamu pun tiba di kost an mu.
Kembali kami berbincang hingga ke pembahasan tentang hati. Ada rasa yg ingin ku simpan namun kamu terus mendesak. Terus berfikir dan sulit mengeluarkan suara.
"Aku sayang kamu"
Hanya kata itu yang ingin aku sampaikan tapi sangat sulit hingga butuh keberanian untuk mengakui. Kami sama-sama menahan nafas saat kata itu terucap. Dan ini pertama kalinya aku mengakuinya.
Ada rasa malu, karena aku terlihat mendesaknya. Namun, aku tak munafik kalau aku merasakannya juga.
"Mas, level kepercayaan untuk mu aku sudah tambahkan 3 bar levelnya hingga 80% terbangun".
Semoga apa yang aku rasakan, juga kamu rasakan ya mas...
Harapan ini perlahan tumbuh.