Sabtu, 29 Januari 2011

Renungan Rasa dalam Toilet

Sebuah rasa yang dilalu dengan jalannya waktu, tak akan habis dalam hitungan bulan.
Mengenai rasa yang tumbuh, tak bisa dipaksa.
Walau ditutupi oleh manisnya kata-kata.
Mata mengisyaratkan banyak hal, membaca yang disembunyikan.

Semua yang dilalui, untuk melupakan masa lalu, akan lebih sulit jalannya.
Melarikan diri dari semua yang terjadi adalah keegoisan.
Bahkan sampai memaksa rasa itu luntur, sebuah ke pengecut an diri.

Aku disini, dalam kondisi yang salah.
Dari awal sudah salah, berjalan di hubungan yang mulai terjalin.
Mengakhiri karena merasa tertantang.
Dan menjalin dengan rasa penasaran.

Aku tak memaksa rasa yang sudah ada...
Aku hanya ditawarkan karena ia butuh pengganti dan pelarian.
Aku sadar di titik ini. Aku ga boleh nangis, ini pilihan dari semua yang aku pilih.
Semua yang aku telah tanam dengan menyakiti orang lain, akan aku tuai.

Aku harus lebih membatasi diri dan rasa ini. Kembali ke aku yang dulu. 
Penuh pager yang harus lebih tinggi.
Menutup diri. 

Aku akan membantu kalian, ia akan berubah dan kembali ke dirimu yang dulu.
Bismillah...Allah yang menguatkan ku....

Kamis, 27 Januari 2011

FASHION SHOW LA PERLE




@Balai Kartini

Selasa, 25 Januari 2011



LEMBAH HARAU
Foto: Ira Widiyastuti
 

Lembah Harau Bukitinggi

LEMBAH HARAU

Lembah Harau terletak di Kabupaten 50 Kota, Sumbar. Lembah ini mempunyai tujuh air terjun (sarasah) yang memesona. Pagar tebing cadas yang curam dan lurus juga menantang untuk olahraga panjat tebing.

Terasa Seperti dalam benteng! Barangkali demikian yang dirasakan pengunjung Lembah Harau di Payakumbuh, Kabupaten 50 Kota, Sumatra Barat. Memasuki Taman Wisata Lembah Harau, wisatawan serasa “dikepung” tebing kemerah-merahan setinggi 150 hingga 200 meter. Tebing itu tegak mengelilingi lembah. 

Di dasar tebing, bentangan sawah dan pepohonan hijau lagi rimbun membuat pesona Lembah Harau makin memukau. Daerah Lembah Harau juga dihuni berbagai jenis hewan dan burung liar. Lembah ini juga makin memikat dengan tujuh air terjun atau sarasah yang mengalir deras. Di waktu musim hujan, air yang mengalir bertambah deras. Pemandangan sekitar lembah makin menakjubkan kala pelangi turun sehabis hujan. 

Lembah yang memanjakan hati dan mata ini mempunyai legenda sendiri. Menurut hikayat setempat, dulunya di atas tebing berdiri sebuah kerajaan. Sedangkan lembahnya merupakan lautan. Suatu hari, putri kerajaan memilih terjun ke laut karena tak diizinkan menikah dengan lelaki yang disukainya. Sang raja lalu memerintahkan rakyatnya mencari jasad sang putri. Namun hingga laut dikeringkan, jenazah sang putri tetap tak ditemukan. Laut yang menjadi daratan itu kini dikenal sebagai Lembah Harau dan menjadi tempat bermukim yang indah. 



Payakumbuh tak hanya memiliki Lembah Harau. Setengah jam dari tempat ini pengunjung bisa menikmati Ngalau Indah, sebuah gua yang dikenal memesona. Pengelola telah menyediakan lampu-lampu, tangga, dan jalan setapak buat menikmati pemandangan dalam gua. Cukup membayar Rp 2.000, nikmati sensasi gua yang juga dikenal sebagai tempat bersarangnya ribuan kelelawar. Dari mulut gua, suara ringkik kalong telah terdengar. Hawa busuk dari tahi sang kampret menambah "semerbak" suasana ngalau. 

Dalam gua, berbagai aneka batuan menyambut pengunjung. Batuan diberi nama sesuai bentuknya. Misalnya batu kursi. Pengunjung yang lelah dapat berhenti sejenak untuk duduk. Ada lagi batu kelambu. Batu yang terbuat dari endapan kapur yang terjadi sekian lama ini memang mirip kelambu. Pada beberapa bagiannya, ada ruangan batu seperti kamar tidur beneran. Di samping itu ada batu tira yang berwarna putih gemerlapan. Batu ini makin indah terkena sorotan cahaya lampu. Inilah sensasi yang ditawarkan Ngalau Indah. 

Namun Kota Payakumbuh tak hanya dikenal dengan Lembah Harau dan Ngalau Indah. Wisatawan bisa mencicipi galamai--sejenis dodol--yang khas rasanya. Selain itu, tentu saja sanjai, makanan khas daerah Sumbar. Keripik balado atau sanjai yang terbuat singkong ini tahan lama dan cocok untuk bepergian atau oleh-oleh. Rasanya juga unik dan khas: pedas dan kemanis-manisan.(MAK/Grace Natalie dan Effendi Kasah).

Sumber : http:/www.liputan6.com

Rabu, 05 Januari 2011