Renungan Rasa dalam Toilet

Sebuah rasa yang dilalu dengan jalannya waktu, tak akan habis dalam hitungan bulan.
Mengenai rasa yang tumbuh, tak bisa dipaksa.
Walau ditutupi oleh manisnya kata-kata.
Mata mengisyaratkan banyak hal, membaca yang disembunyikan.

Semua yang dilalui, untuk melupakan masa lalu, akan lebih sulit jalannya.
Melarikan diri dari semua yang terjadi adalah keegoisan.
Bahkan sampai memaksa rasa itu luntur, sebuah ke pengecut an diri.

Aku disini, dalam kondisi yang salah.
Dari awal sudah salah, berjalan di hubungan yang mulai terjalin.
Mengakhiri karena merasa tertantang.
Dan menjalin dengan rasa penasaran.

Aku tak memaksa rasa yang sudah ada...
Aku hanya ditawarkan karena ia butuh pengganti dan pelarian.
Aku sadar di titik ini. Aku ga boleh nangis, ini pilihan dari semua yang aku pilih.
Semua yang aku telah tanam dengan menyakiti orang lain, akan aku tuai.

Aku harus lebih membatasi diri dan rasa ini. Kembali ke aku yang dulu. 
Penuh pager yang harus lebih tinggi.
Menutup diri. 

Aku akan membantu kalian, ia akan berubah dan kembali ke dirimu yang dulu.
Bismillah...Allah yang menguatkan ku....

Postingan populer dari blog ini

Cinta Kontroversial Yusuf dan Zulaikha

PENGERTIAN PUBLIC RELATION