Makassar part II

Sesampainya di Makassar adalah tidak ditemukannya koper yang membawa semua bahan untuk kursus esok hari. Setelah menunggu beberapa jam,tetap di kunjung terlihat koper hitamku. Dan akhirnya, petugas airline tersebut menjelaskan bahwa koper tersebut tidak ditemukan dan harap menunggu jam 5 sore (saat ini jam 1 siang). Dengan hati kecewa dan cemas aku meninggalkan koperku untuk beranjak ke toko di Panakukang. Menunggu dengan hati berdebar, akan ditemukankah koperku.
Jam 5 sore, petugas menghubungi dan aku bertolak kembali ke bandara menggunakan taksi kijang. Langsung menemui petugasnya, dan kopeeeerrrku...aku menemukannya kembali...
Kembali aku ke toko, tapi sepertinya kurang beruntung taksi kijang tersebut kekekurangan cairannya dan terpaksa di dorong ajaaa keluar tol.
Setelah mengisi cairannya, ternyata jumlahnya kelebihan dan diurus dengan repotnya saja (menyarankan untuk mengeluarkan cairan yang sudah masuk ke tangkinya). huuufhfh...

Menjelang malam, aku kelaparan dan mencari makanan khas kota Makassar. Yaitu coto Makassar. untuk mencapai warung tersebut aku harus melalui jalan yang leeeebbarr yaitu parkiran mobil di mall tersebut.
Tak kecewa aku, ternyata coto ini....ajjjiiiibb.

Karena malam minggu, aku lanjutkan ke Pantai yang terkenal itu dengan naik perahu bebek. raaamaaai sekali...

Postingan populer dari blog ini

Cinta Kontroversial Yusuf dan Zulaikha

PENGERTIAN PUBLIC RELATION