Selasa, 26 April 2011

Cinta, Masa Lalu, Selingkuh dan Karma

Cinta, masa lalu, selingkuh, dan karma. Empat kata ini akan selalu menghiasai sutau hubungan. Banyak sikap yang bisa di pelajari.
Ketika sebuah hubungan terjalin karena salah satu pihak terus berjuang untuk mendapatkannya, dan mengumbar semua kasih sayangnya kepada umum. disaat yang sama wanita tersebut sudah memiliki pria lain. Ada gejolak dalam hatinya. entah apa yang dirasatetapi rasa bangga sebagai wanita yang di perebutkan membuatnya terburu-buru memilih. perjuangan pria baru itu membuat wanita gentar dan berfikir untuk memilih. Pertimbangan dan pemikiran diri mulai dilibatkan. Bersatu untuk menyimpulkan dan membuat keputusan. Karena hubungan dengan pria baru ini membuatnya merasa tertantang.
Dengan hasil pemikiran seadanya dan keegoisan diri maka wanita pun meninggalkan pria lamanya dan beralih ke pria barunya yang memang belum benar-benar di kenalanya.
Hubunga terasa indah, bahkan sangat indah di lalui bersama. Hingga masa lalu pria baru kembali dan membuatnya tergoyah. Pria baru meninggalkan wanitanya dan tak berkomunikasi karena kegundahan hatinya.
Dan wanitapun sadar akan apa yang terjadi dengan meminta ketegasan. Dan kisah hunbungan ini pun berakhir.
Wanitapun goyah merasa di abaikan, merasa di hinakan. Dengan kejadian ini wanita kembali pada kekuatannya. Kekuatannya untuk berdiri sendiri tanpa lepas akan kesadarannya bahwa karma terjadi padanya karena kesalah pada pria lamanya.

Aku tau mengapa seorang pria menjauhi wanitanya padahal mereka sudah memaksa untuk dekat ialah karena pria itu sudah tidak merasakan apa-apa.
Rasa saat ia berusaha mendekat sudah tak ada nilainya dan wanitapun harus menjauhinya. Kaasihan pria itu jika sang wanita tetap memaksa. Sudah tak ada rasa karena rasanya kembali ke masa lalunya dan wanita itu mendapatkan karma karena telah menyakiti prianya.

Ikut Campur

sebuah masalah terjadi karena adanya ketidaknyamanan salah satu pihak yang menimbulkan beberapa persepsi hati yang kadang sulit di pahami. Butuh waktu agar semua yang menjadi persepsi diri tidak salah tujuan.
Kadang pemikiran diri menimbulkan kepahaman yang hanya diri sendiri yang tahu, sedangkan orang lain terus bertanya mengapa,kenapa terjadi. Dan diri ini pun belum pada tahap memahami untuk menjawab semua pertanyaan itu. Membingungkan memang...

Dalam masalah hubungan, banyak faktor yang melatar belakangi suatu masalah dapat mencuat dan sulit untuk di pahami menyelesaikannya. Hubungan berkaitan dengan orang lain yang tidak sepaham dengan pemikiran diri dan masalah yang timbul.

Tenangkan pikiran karena solusi maslah tersebut hanya diri yang tahu tetapi butuh orang lain yang di percaya untuk meyakinkan bahwa itu sudah sesuai dengan pilihan hati. Mencoba bercerita dan mendengarkan orang lain.

Orang lain yang di percaya jangan karena merasa mirip dengan masalahnya maka penyelesaiannya di samakan padahal setiap individu memiliki keunikan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri walau itu serupa dengan masalah yang telah lalu.

Mendengarkannya membuat orang yang bercerita lebih lega dan hati bisa mengisi dengan hal yang lebih positif. Orang lain pun tidak dituntut untuk memberikan solusi yang memaksa tetapi cukup mendengarkan dan mendukungnya.

Koreksi masalah diri dulu jangan sok memberikan saran yang memaksa. setiap masalah ada solusi uniknya sendiri untuk menyelesaikannya....

Minggu, 17 April 2011

Aku takut jatuh cinta

Pagi itu,gerimis mengguyur..dingin merasuk ke tulang yang membuatku malas untuk bangun..tapi alarm ini terus bernyanyi menyambut pagi..
Huahhh…mata masih terantuk, badan mulai menarik diri dari tempat tidur dan berusaha bangkit menju kamar mandi..byuuurrr…huaaahh..
Segera aku bersiap menuju tempat kerjaku yang sebenarnya tidak jauh dari rumah. Sesampai di kantor segera ku berkutat dengan semua pekerjaan yang sudah menunggu.
Oh ya nama saya diya,aku bekerja menjabat sebai distribusi tetapi juga merangkap sebagai PR dan Promosi. Aku sangat mencintai pekerjaan ini. Perlahan semua keinginan ku untuk berkeliling kebebrapa daerah di Indonesia mulai tercapai. Dan semua fasilitas yang ada membuatku bisa meraih mimpiku untuk mersakan kuliah dengan hasil jerih payahku.
Aku senang berpergian ke daerah baru,senang mencoba hal baru. Usiakku 22 tahun hingga detik ini pun aku belum merasakan jatuh cinta.
Hanya ada rasa cinta saat aku masih SD sekedar cinta monyet yang memdasari aku hingga takut jatuh cinta. Aku menyukai teman sekelas waktu aku kelas 5 sd rasa itu aku tahan hingga aku SMP kelas 3. Sampai sahabatku jadi dengannya. Sangat sakit yang aku rasa ditambah aku sering menjadi telinga yang baik untuk sahabat-sahabatku semua kisah indah dan sulitnya bercinta aku dengarkan hingga mendarah daging dan sampai satu kesimpulan bahwa aku takut jatuh cinta.
Diusiaku 21 tahun di awal aku masuk kuliah ada seseorang yang menyatakan rasanya kepadaku tanpa akku tau siapa dia,latar belakang seperti apa dia. Hingga muncul pertanyaan “maukah kamu menjadi pacarku?” dengan perasaan aneh aku merasa ingin membuang rasa takut jatuh cinta akhirnya aku menjawab “insya allah”.
Setelah prose itu mulai aku merasa makin terus menghindar darinya aku nyaman berdiskkusi dengannya tapi aku tidak nyaman dengan rasa yang ia berikan dan aku tak mersakan apa-apa.
Berjalan waktu dengan 2 kali jalan bareng aku merasa tidak nyaman aku putuskan untuk mengakhiri kisah ini karena aku meras kasihan bila ia harus menunggu ku hingga rasa itu datang.
Berganti bulan tanpa sadar aku telah menghabiskan 6 bulan dari kisah terakhirku. Ku habiskan waktu untuj bekerja dan kuliah tanpa menghiraukan yang lain..
Tanpa sadar ada seseorang yang menarik perhatianku, ku cari tahu sendiri. Hingga tanpa sadar kami mendekat saling membuka diri dan membuka kisah. Tapi aku bingung inikah cinta. Salahkah aku? Makin hari aku merasa tidak yakin aka nada dan hadirnya dia tak ada kejelasan. Mengapa aku yang harus mengejar-mengejar?? aku sibukkan diri agar tak terlalu memikirkannya. Biarlah aku ikhlas jika memang bukan dia yang bisa membuatku jatuh cinta.
Aku ikhlas…dan kini ku habiskan waktu dengan keluargaku,sahabatku dan pekerjaanku..biarlah aku menghabiskan kal tersebut hingga ada seseorang yang mampu membuatku jatuh cinta.
Aku takut berharap..siapakah yang bisa membuatku jatuh cinta???