Aku Naik Gunung Papandayan

Tepat pukul 05.30 aku dan 2 sahabatku sudah berkumpul lengkap dengan tas ransel kami. Tujuan kami hari ini adalah Naik Gunung Papandayan. Dari arah kami harus menuju ke Lebak Bulus terlebih dulu. Di Lebak Bulus, kami menggunakan bus Primajasa jurusan Garut biayanya 35.000 per orang. Perjalanan dari Lebak Bulus-Garut kurang lebih 5 jam dikarenakan bus berhenti untuk memperbaiki AC.

Pukul 11.30 kami bergabung dengan peserta lain dari Bandung total peserta pedaki adalah 7 orang. Dari Terminal Guntur kami menggunakan mobil bak terbuka menuju ke arah pegunungan Papandayan ( desa Cisurupan).

Sampailah kami di parkiran tepat di bawah kaki gunung. Beristirahat sebentar untuk mengisi perut. Pendakian di mulai, melewati kepulan asap belerang dan hamparan batu-batu sulfur. Belum terlalu jauh mendaki, kami terhalang dengan hujan. Berhenti sebentar untuk menggunakan jas hujan. Perjalanan berlanjut, walau hujan menghadang kami lalui. Melalui jalur jalan yang licin dan Sungai dengan aliran derasnya. Mendaki dan terpeleset menjadi hal yang wajib di lalui.

Dan sampailah kita di Pondok Saladah, tempat kami menancapkan tenda. 4 Tenda terpasang, saya berada di tenda yang memuat 3 orang. Setelah berganti baju dan bersiap untuk ngopi-ngopi. Saat sampai di Pondok Saladah hingga menjelang malam pun masih hujan deras. Saya bersembunyi di dalam tenda berharap mendapatkan kehangatan. Namun belum beruntung, tenda kemasukan air hujan yang membuat celana dan sebagian baju yang di kenakan basah. Maka kami pun berpindah ke tenda yang lain.

Setelah tenda di rapikan kembali baru kami kembali ke tenda. Berharap dapat tidur nyenyak dalam kehangatan sleeping bag tapi udara dingin tetap mengganggu. Hingga tengah malam, saya belum bisa tidur. Ditambah hidung saya mampet dan sulit bernapas. Di bantu dengan minum susu dan berada di sekitar perapian tidak mengatasi hidung saya yang mampet. Dengan berat hati, tetap meringkuk dalam sleeping bag sambil memejamkan mata.

Melihat jam masih pukul 01.00 dini hari. duh...lamanya malam ini..Walau terpejam tetap bisa mendengarkan suara orang yang masih bertahan di perapian. Aku ga bisa tiduuuurr....menyebaalkann...

Hingga tepat pukul 04.30, di bangunkan untuk melihat matahari terbit. Kamipun beranjak menuju tempat untuk bisa menyaksikan matahari terbit dengan leluasa. Menunggu dari jam ke jam Matahari enggan keluar. Hingga...
aaakkkkuuu..melihat dan menemukannya..matahari terbiit....inddaaaaahhh...
alhamdulillah...
Puas memfoto pergerakan matahari hingga memanaskan bumi, kami kembali ke tenda. Makan pagi dan memulai menjemur semua pakaian yang basah...

Sekitar jam 09.00 kami mulai beranjak mendaki ke Tegal Alun dengan hamparan edelwaisenya..Jalur pendakian yang curam dan sangat menanjak membuat napas terengah-engah. Melakukan perjalanan sekitar 1 jam, tiba di hamparan edelwaise...

Subhanallah...indaaah...
Bersiap berfoto..

Selesai berfoto, kami kembali ke tenda dan bersiap untuk menuruni pulang. Perjalanan pulang lebih cepat karena jalur yang menurun. Hanya kaki yang menjadi tumpuan dan berasa saangaat peegaaall...

Alhamdulillah tidak hujan, dan memudahkan menuruni terjalan batu dan jalan yang berliku...

Yeeeaaahhh..kembali dengan selamat di parkiran bawah kaki gunung Papandayan dan melanjutkan perjalanan ke Jakarta...

Terima kasih semua pihak yang membantu untuk mewujudkan cita-citaku untuk mendaki
gunung Papandayan dengan ketinggian sekitar 2400 mdpl...

Postingan populer dari blog ini

PENGERTIAN PUBLIC RELATION

Cinta Kontroversial Yusuf dan Zulaikha

Cinta, Masa Lalu, Selingkuh dan Karma