Di Jalan Raya

Hari ini, banyak hal yang dirasakan. Seharian di jalan mengamati tingkah laku orang-orang dengan segala kesibukannya. Perjalan kali ini di mulai ke Senayan dulu, jalan yang di lewati sudah sangat di hapal karena tiap menuju arah pejompongan ya lewat sini. karena terburu-buru kenikmatan melihat orang Jakarta dengan berbagai urusannya di antara hotel berbintang, dan diantara deretan residance yang megah aku hanya mengamati. Selanjutnya menuju Mal Puri Indah, perjalan ke arah ini sedikit membuatku tidak nyaman karena ibu bos menghubungi dengan nada tinggi hanya bisa ku jawab baik bu. Tiba-tiba ke arah jembatan lima aku melewati rel kereta dengan kerumunan orang-orang yang terlihat tergeletak motor, odong-odong dan satu mobil keluarga. Orang-orang mengerumuni ingin tahu, aku ga tega melihatnya. Sepanjang perjalanan jembatan lima ada sungai kumuh yang aku lewati. Aku melihat mereka penghuni rumah pinggir sungai bisa tertawa tanpa beban berkumpul dengan sesama dan berbincang seru dengan pemandangan depannya air sungai yagn hampir meluap dengan warna yang entah apa coklat susu hitam tanpa merasa tak nyaman sedikitpun.
Selanjutnya aku dihadang oleh truk kontainer dengan tinggi yang menjulang setinggi fly over. Ada sensasi yang aneh ketika ku berada tepat diantara kontainer besar itu. Yang aku pikirkan adalah apa yang terjadi jika salah satu truk itu menyenggol motor yang aku boncengi *weeeeerrrllll*. Dengan teriknya panas aku kelilingi ASEMKA namun yang aku cari tidak ada. maka perjalanan pun berlanjut, berhubung sudah seminggu ini aku gatel-gatel dan ditambah berpanas ria maka yang dirasakan adalah sesuatu menjalar di dadaku ingin segera aku garuuuukk. Tujuan selanjutnya ke Sency, karena barang yang di cari tidak ketemu jadi aku hanya mondar-mandir tiap lantai untuk ke toilet menaburkan bedak gatal ke dada ku. Melihat orang dengan banyaknya uang begitu nyaman tertawa dan bermakan ria di ruang ber AC dengan fasilitas yang begitu memadai. Arah selanjutnya ke daerah Kebayoran Lama untuk membeli kertas. Melewati SMP-SMP ternama namun saya ada anak SMP tak bertanggung jawab membuat permainan sendiri dengan lawannya yaitu kejar-kejaran dan pukul-pukulan. Huuh, dari kecil aja seperti itu bagaimana nanti dewasanya ya. Para pekerja kertas begitu semangatnya tanpa melepas setiap puntung rokoknnya, terlihat menikmati pekerjaan tersebut. Selesai kertas aku mengambil frame ke daerah Gandaria. Menggotong 29 pc frame segera menuju pulang CILEDUG.... Perjalanan ini begitu aku nikmati dengan semua khayalan di memori membuat cerita sendiri di sepanjang jalan. Dengan melihat semua kejadian ini, aku sangat bersyukur dengen keindahan yang selalu aku rasakan. Tak perlu jadi mereka yang bersendagurau di pinggir sungai dan tak mampu juga bila seperti mereka di dalam Sency. Aku dengan lingkunganku dengan komunikasi yang lebih sering miss daripada tepatnya, namun aku sangat bersyukur...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cinta Kontroversial Yusuf dan Zulaikha

PENGERTIAN PUBLIC RELATION