Diam ku

Aku lelah dengan tumpuan ini, aku berusaha ikhlas menjadi tumpuan ini. Namun, saat ini aku lelah. Aku tak mau membuat sekelilingku tahu apa yang melelahkan ku. Aku hanya mampu diam. Aku mendiamkan mu bukan karena kamu ada salah. Tapi karena aku tak mampu memenuhi keinginanku untuk menjadikanmu seutuhnya untukku. Menjadikanku halal untukmu. Aku tertampar dengan gambar sepasang sedang berciuman dengan si perempuan menggunakan kerudung. Terasa membuatku tersindir. Aku menyukaimu, dari awal. Aku yang berusaha mendekat dengan semua bahasa tubuhku. Aku yang berfikir disaat aku tahu jawaban apa untuk menjawab perasaanmu. Aku yang memulai semua ini. Aku yang diam dengan sentuhanmu. Aku yang merasakan setiap usahamu untuk mengecupku, dan aku mau. Aku yang seharusnya tak layak melakukan ini. Tapi, aku menikmati itu. Sejauh itukah hubungan kita yang beranjak beberapa bulan ini. Aku takut, menikmati rasa ini. Takut tak bisa lepas darimu. Takut hanya syahwat yang beraksi. Takut aku tak bersyukur atas pelajaran dari Mu. Aku mendiamkan diri. Ingin tahu seharusnya aku bagaimana menghadapi mu. Semua karena aku mau!!!. Aku iri pada mereka dengan pasangan halalnya. Aku ingin seperti mereka, merasakan indahnya tanpa ada lirikan mata-mata orang di luar sana. Tapi ini pembelaan dariku, aku menikmati itu semua dengan mu. Terkadang menyesali namun saat terjadi aku mau... Aku,,,bisa siapa pun yang merasakannya

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cinta Kontroversial Yusuf dan Zulaikha

PENGERTIAN PUBLIC RELATION