Minggu, 17 November 2013

Mengejar Mimpi #3

Di awal tahun 1435H ini saya diizinkan mewujudkan mimpiku lagi yaitu berkunjung ke Borobudur. Kamis, 6 November 2013 geng ber 6 ini berangkat menggunakan kereta api ekonomi AC bogowonto menuju Jogjakarta. Menemupuh perjalanan selama kurang lebih 10 jam.

Tepat jam 4 subuh hari kami tiba di stasiun tugu menumpang dengan taksi yang telah ditawar segera mengantarkan kami ke homestay di jalan Gejayen.

Pagi ini setelah beristirahat, jam 10 pagi kami beranjak menggunakan Trans Jogja menuju Pasar Beringharjo. Makan siang diemperan pasar dengan pecel seharga 10 ribu rupiah. Berkeliling pasar dengan usaha menawar serendah-rendahnya namun kami tidak berhasil, melanjutkan menuju Mirota. Kesenangan masuk ke Mirota adalah harum dupa yang khas dan pernak pernik jawa banget. Berkeliling 1 jam namun saya pun tak berhasil menemukan yang menarik hati sehingga cukup membeli kalung dan gelang kayu untuk oleh-oleh.

Pada siang itu kami melanjutkan menggunakan Andong sewaseharag 20 ribu ke Taman Sari melihat tempat mandi para selir kerajaan. Menghabiskan siang di Mesjid dekat tempat wisata tersebut dan terlihat awan mendung bersegera hujan.  Berlari agar tak kehujanan kamipun menumpang becak seharga sama seperti andong. Berhujan dibawah plastik gayuhan bapak becak menuju pabrik pembuatan bakpia 25. Berbelanja dan berhenti di depan Mirota kembali, segera menuju halte Trans Jogja. Membawa belanjaan bakpia itu cukup merepotkan di antara desakan penumpang Trans Jogja dan jalurnya berputar agar sampai pada jalan Gejayen kembali untuk beristirahat.

Hari ke 2 kami bertambah 2 orang, menyewa pregio seharga 650 ribu rupiah untuk menuju pinggiran pantai selatan. Berawal dari pantai baron yang panas tepat jam 12 siang, lanjut ke pantai kukup dengan keindahan pasir putih dan karang, dan berakhir di pantai Indrayanti yang nama sebenarnya adalah Pantai Pulang Syawal. Menunggu sunset yang malu menampakkan dirinya, beberapa teman bermain di pinggir pantai, kami ber 4 berbaring seperti bule plus kacamata hitam lebar menutup hidung.

Hari ke 3, jam 3 dini hari kami bersemangat chek out untuk berkeliling sisa waktu di Jogja. Bertujuan ke melihat Sunrise di Punthuk Setumbu, dilanjutkan menikmati pagi di hari Minggu di Borobudur, lanjut ke Volcano Tour menggunakan Jeep ala film-film barat, lanjut ke Candi Plaosan, Candi Prambanan, berakhir di sekitaran alun-alun dan Malioboro. Dan standby di Stasiun tepat jam 5 sore dengan kondisi muka penuh pasir merapi, memerah kepanasan di Prambanan dan bau yang semerbak karena paginya tidak sempet mandi (ups, jangan bilang-bilang).

Tepat jam 6 sore kereta AC ekonomi Gajah Wong meninggalkan stasiun Tugu menuju Stasiun Senen di hari Senin dengan jadwal Meeting yang padat.

Alhamdulillah, satu per satu ku wujudkan mimpiku....