Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Menemukan... (seseorang) #4

Menjalani hubungan ini berlalu dalam bulan. Banyak hal yang diceritakan dan melakukan kesepakatan dengan persepsi yang sama. Keasyikan memiliki dunia sendiri dialami disetiap weekend. Berkomunikasi sehari 2x dengan berbagai materi pembahasan yang terasa tak ada habisnya. Mengalami kejadian bersama, berfikir, berencana bahkan melakukan hal tersebut sudah memiliki cerita dengan buku tersendiri. Buku kita, buku yang berisi cerita kita.Hari ini, seperti biasa malam jumat adalah malam nge date kita. Sekedar menghabiskan sisa waktu bersama, keliling mall bahkan memiliki keseruan sendiri dengan berbagai komentar dari aktivitas di sekitar kita. Aku memiliki teman bercerita berbagai hal hingga tatapan nanar orang sekitar yang bisa membuat kita tertawa terpingkal-pingkal.Kamu mempercayakan aku mendengar cerita keseharian di masa lalumu dengan pembelajaran disetiap tindakannya.Mas, kamu itu membuatku fokus dengan ceritamu
Mas, kamu bisa mengalihkan perhatianku atas berbagai hal
Mas, kamu mengaja…

Terinspirasi dari buku "He's Just Not That Into You" karya Greg Behrendt dan Liz Tuccillo (penulis dan konsultan "Sex and the city).

Sebagai penulis Greg membahas tentang tingkah polah dan pikiran dari para wanita yang bercerita mengenai hubungan antara wanita dengan teman prianya. Yang sering terjadi adalah bila seorang wanita bertemu atau mengenal seorang pria dan merasa jatuh cinta maka wanita itu akan terus berharap dan menunggu tanpa tau respon apa yang sebenarnya diberikan oleh pria tersebut. Seorang wanita akan mengeluarkan semua dalih bila pria tersebut berusaha meninggalkannya karena sebenarnya seorang pria tidak akan bicara terus terang bila mereka tidak benar-benar mencintai wanitanya, mereka lebih baik mengorbankan jiwa daripada berterus terang. jadi wanita berhati-hatilah. Seorang pria bila benar-benar mencintai seorang wanita akan mencari informasi mengenai diri wanitanya, mengenalnya dengan baik, menghubunginya tiap waktu untuk mengetahui keadaanya, merelakan waktunya untuk memikirkan wanitanya, memberikan harapan, menunggunya, membahagiakan wanitanya, mengajaknya jalan sekedar ngobrol lebih dalam m…

Menemukan...(seseorang) #3

Sore itu, kamu telpon dan menanyakan apakah ingin bertemu dengan pilihan jawaban iya atau tidak. Sulit memilih jawaban itu, dengan terpaksa ku jawab. "Klo boleh jujur, aku mau kamu datang. Tapi bohongnya mending kamu pulang aja ya, sana pulang".
Dan tanggapan kamu, "oke, aku 1 jam lagi sampai rumah kamu". Hwaaa...antara senang atau gundah gulana mendengar tanggapan kamu. 1 jam berlalu dan kamu pun tiba.
"Aku udah diluar".
Aku datang dan membukakan pintu dan mempersilakan masuk ke dalam rumah. Kamu mulai berbasa-basi dengan Bapak ku, aku hanya tersenyum mendengarnya sambil mengaduk teh hangat. Menghabiskan teh hangatnya, kami pun berpindah untuk makan malam dan sekedar berbagi cerita. Kamu menceritakan tentang cara kamu bekerja hingga beberapa bersosialisasi dengan teman mu di kantor. Tanpa sadar sudah jam 09.00 malam, kami pun berajak kembali ke rumahku. Tak lama di rumah, kamu berpamitan dengan mama ku. Ku lihat matamu memerah karena kantuk dan lelah. …

Menemukan... (seseorang) #2

Bulan ini sudah beberapa kali ke rumah, melihat langsung tatapan kedua orang tuaku hingga kepo mengenai responnya saat kamu datang.Di lingkungan rumah, memang aku cukup menjadi sorotan karena termasuk yang jarang lantang luntung sama laki-laki. Kalau pun diantar jemput hanya sampai gerbang rumah. Tapi kamu berkenan masuk ke dalam, salaman sama bapak sambil memperkenalkan diri.Aku mengamati tingkah lakumu dan aku tersenyum sendiri. Aku tau kita memiliki sifat sama yaitu keras kepala dan berusaha mewujudkan apa yang jadi pilihan. Aku tau memang kamu sering gombal dan memuji aku dengan lalu berkata, "terus gimana?" Dan aku balik bertanya, "kamu maunya bagaimana?" Tanpa ada jawaban dari pertanyaan tersebut.Mungkin aku munafik, menjaimkan diri di depanmu tapi aku takut ini hanya harapanku saja. Kita sama -sama dewasa, kita sama -sama bisa baca tatapan mata hingga gesture tubuh tapi aku belum berani berkata apapun.Aku nyaman sama kamu. Merasa dimiliki seutuhnya. Sentuhan…

Menemukan... (seseorang)

Ada sesuatu yang berbeda dengan dirinya. Pertama ingin mengenal ada ketakutan dalam diri untuk maju dan mendekat. Berkenalan melalui aplikasi face to face, berbicara membahas beberapa hal hingga dia mengamati caraku berbicara, bergerak hingga menatap dalam di kedua mataku. Dalam proses waktu, kami bertemu berlagak cuek tapi aku mengamatinya. Menatap dalam membuatku terpojok dengan diriku yang berusaha menutupi kelakuan asliku. Namun, dia tau...Cukup dengan melihatku, bertanya beberapa hal hingga menebak keaslianku. Satu kata yang aku ingat, "jangan jaim ya sama aku". Dan aku hanya bisa tersenyum salah tingkah.Cara berfikirnya, cara menganalisa suatu keadaan hingga cara memperlakukanku membuatku menemukan seseorang dengan paket komplit. Menjadi kakak, teman, dan guru. Mengenalnya dalam waktu mingguan membuatku memiliki seseorang yang bisa diajak diskusi hingga mencela tanpa ada yang sakit hati.Kedekatan kami setiap minggu terus naik hingga pada titik nyaman. Aku menuntutnya u…

Di usiaku yang mulai berkurang

Hari ini, tepat tanggal lahirku di 26 tahun yang lalu. Banyak ucapan yang terjadi secara nyata. Doaku tetap terus dimohonkan, dengan harapan dapat terlaksana.Terima kasih atas waktu dan kesempatan yang diberikan untuk aku bernapas dan beraktifitas. Dengan semua kelalaian dan kesalahan yang masih aku lakukan.Terima kasih Engkau Yang Maha Esa, kedua orang tua, kedua kakakku, sahabat, teman, dan yang mengenal bahkan melihatku. Karena kalian aku disini terus bermimpi dan berusaha mewujudkannya.

Kelas Inspirasi JKT3 #2

Gambar
Hari H, cuaca cukup terik ketika kami mulai beranjak menuju SDN Balimester 03 petang ini. Kami mulai dari mecocokkan jadwal dan bersiap membawa semua materi ke kelas. Tepat jam 13.00 wib saat matahari tepat di atas kepala, wakil kepala sekolah meminta anak-anak berkumpul di lapangan. Karena tidak tega untuk berpanas-panasan sehingga hanya anak kelas 4,5, dan 6 yang berkumpul.Di lapangan tersebut, wakil kepala sekolah ini menjelaskan kedatangan kami dari Kelas Inspirasi. Beliau pun menuturkan, bahwa kami para pengajar dapat dipanggil denga  sebutan kakak guru yang akan menjelaskan profesinya masing-masing. Dari profesi ini diharapkan anak-anak dapat memiliki pengetahuan mengenai jenis profesi tersebut, jangan sampai terbatas mengikuti orang tua mereka yang hanya menjadi pedagang di pasar.Cukup terhenyak mendengar penuturan dari wakil kepala sekolah tersebut, mengetahui latar belakang para siswa yang bisa dibilang kalangan bawah. Selesai menuturkan hal tersebut, menjelaskam bahwa hari i…

Kelas Inspirasi JKT3 #1

Gambar
Berawal dari melihat postingan sahabat yang mengikuti kegiatan ini. Mencoba googling berkaitan dengan cara keikutsertaan dalam kelas inspirasi. Submit dan tidak berharap terlalu banyak untuk dapat terpilih menjadi salah satu pengajarnya.
Notification berbunyi menandakan email baru masuk. Membuka email, memulai membacanya dan tertulis "melalui surat ini kami sampaikan bahwa Ira Widiyastuti TERPILIH menjadi relawan pengajar di Kelas Inspirasi Jakarta 3 pada tanggal 24 April 2014". Setelah membaca ini, cukup membuatku termenung karena kesempatan ini ada untuk ku lakukan. Tak lama, email kembali masuk berisi undangan untuk briefing. Tanggal briefing bertepatan dengan acara keluarga dan dengan sangat berat hati, aku tidak mengukuti briefing ini.Senin setelah briefing, email kembali masuk yang berlampirkan modul elektronik yang setelah ku baca tapi tidak dimengerti maksudnya. Tak lama, ketua kelompok 39 menghubungi ku. Mas dian menjelaskan mengenai modul tersebut dan pembahasan men…

Genap Tahun Barunya #1

Berubah detik, menggenapi tahun baru Hijriah dan Masehi. Sebelum berencana tahun baru ini, ku ingin mengingat kembali tahun 2013 yang menurut ku sangat berkesan, banyak belajar, dan melakukan mewujudkan banyak keinginan.Di permulaan tahun 2013, di awal detik harus merasakan bahwa hubungan setahun ini tidak diperjuangkan. Masih di Januari, harus melihat Mama jatuh dari tangga dan dirawat hingga 2 minggu. Merasakan betapa berharganya keluarga dan hanya keluarga yang menerima apa adanya.Di Februari, aku merasa hubungan setahun lebih sebulan ini tidak baik untuk diri saya. Dari segi psikis hingga batin yang membuat ku tidak seperti perempuan muslimah seharusnya dan didukung pula tidak adanya dukungan kedua orang tua dan teman-teman.Di awal Maret, aku harus mengikhlaskan hubungan ini berhenti. Aku harus membenahi diri terutama pikiran karena harus segera memulai skripsi dan mau mengurus mama. Di akhir Maret ku berkeliling kerja ke Medan dan Pekanbaru.
Dan riska pun menikah dengan mas adi.D…