Kamis, 25 Desember 2014

Menemukan... (seseorang) #4

Menjalani hubungan ini berlalu dalam bulan. Banyak hal yang diceritakan dan melakukan kesepakatan dengan persepsi yang sama. Keasyikan memiliki dunia sendiri dialami disetiap weekend. Berkomunikasi sehari 2x dengan berbagai materi pembahasan yang terasa tak ada habisnya. Mengalami kejadian bersama, berfikir, berencana bahkan melakukan hal tersebut sudah memiliki cerita dengan buku tersendiri. Buku kita, buku yang berisi cerita kita.

Hari ini, seperti biasa malam jumat adalah malam nge date kita. Sekedar menghabiskan sisa waktu bersama, keliling mall bahkan memiliki keseruan sendiri dengan berbagai komentar dari aktivitas di sekitar kita. Aku memiliki teman bercerita berbagai hal hingga tatapan nanar orang sekitar yang bisa membuat kita tertawa terpingkal-pingkal.

Kamu mempercayakan aku mendengar cerita keseharian di masa lalumu dengan pembelajaran disetiap tindakannya.

Mas, kamu itu membuatku fokus dengan ceritamu
Mas, kamu bisa mengalihkan perhatianku atas berbagai hal
Mas, kamu mengajarkan ku mengenai hubungan dengan Allah

Mas, aku bangga bisa menjadi bagian dirimu hingga saat ini

Kalau boleh minder, banyak hal yang membuatku takut maju. Tapi mas, kamu yang meyakinkan bahwa aku bisa memegang tangan mu saat tingkat minderku berlebihan.

Mas, terima kasih sudah memilih aku dengan semua kekurangan ini
Aku sayang kamu

Rabu, 08 Oktober 2014

Terinspirasi dari buku "He's Just Not That Into You" karya Greg Behrendt dan Liz Tuccillo (penulis dan konsultan "Sex and the city).

Sebagai penulis Greg membahas tentang tingkah polah dan pikiran dari para wanita yang bercerita mengenai hubungan antara wanita dengan teman prianya. Yang sering terjadi adalah bila seorang wanita bertemu atau mengenal seorang pria dan merasa jatuh cinta maka wanita itu akan terus berharap dan menunggu tanpa tau respon apa yang sebenarnya diberikan oleh pria tersebut.
Seorang wanita akan mengeluarkan semua dalih bila pria tersebut berusaha meninggalkannya karena sebenarnya seorang pria tidak akan bicara terus terang bila mereka tidak benar-benar mencintai wanitanya, mereka lebih baik mengorbankan jiwa daripada berterus terang. jadi wanita berhati-hatilah.
Seorang pria bila benar-benar mencintai seorang wanita akan mencari informasi mengenai diri wanitanya, mengenalnya dengan baik, menghubunginya tiap waktu untuk mengetahui keadaanya, merelakan waktunya untuk memikirkan wanitanya, memberikan harapan, menunggunya, membahagiakan wanitanya, mengajaknya jalan sekedar ngobrol lebih dalam mengenai dirinya, menghabiskan waktu untuknya, dan benar-benar mengejar/berusaha mendapatkan seorang wanita tersebut.
Sehingga wanita tak perlu menghabiskan waktunya untuk berharap dan menunggu seorang pria yang tidak benar-benar mencintainya. Karena sebenarnya semua wanita itu cantik dan bisa mendapatkan yang lebih dari seorang pria.
Maka sadar lah wanita, kita pasti bisa mendapatkan pria yang benar-benar mencintai kita dengan sepenuh hati apapun yang terjadi. Seperti dalam sebuah surah dalam Alqur'an bahwa Allah menciptakan manusia hidup dalam berpasang-pasangan dalam jenisnya. Jangan lah takut akan kehilangan jodoh karena akan ada jodoh terbaik yang diberikanNya untuk masing-masing diri kita.
Mungkin pernah ada pendapat mengenai "jangan pernah terlalu memilih". sebagai makhluk yang merasakan rasa jika tidak jadi seorang pemilih maka ia tidak memiliki rasa. Rasa terbentuk karena keinginan dan harapan yang mempengaruhi hati untuk merespon.

Menemukan...(seseorang) #3

Sore itu, kamu telpon dan menanyakan apakah ingin bertemu dengan pilihan jawaban iya atau tidak. Sulit memilih jawaban itu, dengan terpaksa ku jawab.
"Klo boleh jujur, aku mau kamu datang. Tapi bohongnya mending kamu pulang aja ya, sana pulang".
Dan tanggapan kamu, "oke, aku 1 jam lagi sampai rumah kamu".
Hwaaa...antara senang atau gundah gulana mendengar tanggapan kamu.
1 jam berlalu dan kamu pun tiba.
"Aku udah diluar".
Aku datang dan membukakan pintu dan mempersilakan masuk ke dalam rumah. Kamu mulai berbasa-basi dengan Bapak ku, aku hanya tersenyum mendengarnya sambil mengaduk teh hangat.
Menghabiskan teh hangatnya, kami pun berpindah untuk makan malam dan sekedar berbagi cerita. Kamu menceritakan tentang cara kamu bekerja hingga beberapa bersosialisasi dengan teman mu di kantor. Tanpa sadar sudah jam 09.00 malam, kami pun berajak kembali ke rumahku.
Tak lama di rumah, kamu berpamitan dengan mama ku. Ku lihat matamu memerah karena kantuk dan lelah.
1 jam berlalu dan kamu pun tiba di kost an mu.
Kembali kami berbincang hingga ke pembahasan tentang hati. Ada rasa yg ingin ku simpan namun kamu terus mendesak. Terus berfikir dan sulit mengeluarkan suara.
"Aku sayang kamu"
Hanya kata itu yang ingin aku sampaikan tapi sangat sulit hingga butuh keberanian untuk mengakui. Kami sama-sama menahan nafas saat kata itu terucap. Dan ini pertama kalinya aku mengakuinya.
Ada rasa malu, karena aku terlihat mendesaknya. Namun, aku tak munafik kalau aku merasakannya juga.
"Mas, level kepercayaan untuk mu aku sudah tambahkan 3 bar levelnya hingga 80% terbangun".
Semoga apa yang aku rasakan, juga kamu rasakan ya mas...
Harapan ini perlahan tumbuh.

Rabu, 20 Agustus 2014

Menemukan... (seseorang) #2

Bulan ini sudah beberapa kali ke rumah, melihat langsung tatapan kedua orang tuaku hingga kepo mengenai responnya saat kamu datang.

Di lingkungan rumah, memang aku cukup menjadi sorotan karena termasuk yang jarang lantang luntung sama laki-laki. Kalau pun diantar jemput hanya sampai gerbang rumah. Tapi kamu berkenan masuk ke dalam, salaman sama bapak sambil memperkenalkan diri.

Aku mengamati tingkah lakumu dan aku tersenyum sendiri. Aku tau kita memiliki sifat sama yaitu keras kepala dan berusaha mewujudkan apa yang jadi pilihan. Aku tau memang kamu sering gombal dan memuji aku dengan lalu berkata, "terus gimana?" Dan aku balik bertanya, "kamu maunya bagaimana?" Tanpa ada jawaban dari pertanyaan tersebut.

Mungkin aku munafik, menjaimkan diri di depanmu tapi aku takut ini hanya harapanku saja. Kita sama -sama dewasa, kita sama -sama bisa baca tatapan mata hingga gesture tubuh tapi aku belum berani berkata apapun.

Aku nyaman sama kamu. Merasa dimiliki seutuhnya. Sentuhanmu bukan untuk menjatuhkan harga diriku tapi membuatku dibanggakan.

Aku cuek bahkan sok cuek untuk menutupi bahkan mengurangi harapan ku kepada mu. Aku mau semua berjalan sebaik kita mulai mendekat tanpa paksaan bahkan saling membutuhkan.

Maaf ya, belum maksimal merespon sikap kamu. Aku masih terus belajar untuk pede ada disamping kamu.

Menemukan... (seseorang)

Ada sesuatu yang berbeda dengan dirinya. Pertama ingin mengenal ada ketakutan dalam diri untuk maju dan mendekat. Berkenalan melalui aplikasi face to face, berbicara membahas beberapa hal hingga dia mengamati caraku berbicara, bergerak hingga menatap dalam di kedua mataku. Dalam proses waktu, kami bertemu berlagak cuek tapi aku mengamatinya.

Menatap dalam membuatku terpojok dengan diriku yang berusaha menutupi kelakuan asliku. Namun, dia tau...

Cukup dengan melihatku, bertanya beberapa hal hingga menebak keaslianku. Satu kata yang aku ingat, "jangan jaim ya sama aku". Dan aku hanya bisa tersenyum salah tingkah.

Cara berfikirnya, cara menganalisa suatu keadaan hingga cara memperlakukanku membuatku menemukan seseorang dengan paket komplit. Menjadi kakak, teman, dan guru. Mengenalnya dalam waktu mingguan membuatku memiliki seseorang yang bisa diajak diskusi hingga mencela tanpa ada yang sakit hati.

Kedekatan kami setiap minggu terus naik hingga pada titik nyaman. Aku menuntutnya untuk mengenal keluargaku. Membaur dalam keseharianku. Menjadikannya bagian dari aku.

Nyaman, terlindungi, memiliki pegangan, hingga seumuran.

Doaku, "Ya Allah, jadikan aku pantas dan layak mendampingi hidupnya".

Selasa, 05 Agustus 2014

Di usiaku yang mulai berkurang

Hari ini, tepat tanggal lahirku di 26 tahun yang lalu. Banyak ucapan yang terjadi secara nyata. Doaku tetap terus dimohonkan, dengan harapan dapat terlaksana.

Terima kasih atas waktu dan kesempatan yang diberikan untuk aku bernapas dan beraktifitas. Dengan semua kelalaian dan kesalahan yang masih aku lakukan.

Terima kasih Engkau Yang Maha Esa, kedua orang tua, kedua kakakku, sahabat, teman, dan yang mengenal bahkan melihatku. Karena kalian aku disini terus bermimpi dan berusaha mewujudkannya.

Senin, 28 April 2014

Kelas Inspirasi JKT3 #2

Hari H, cuaca cukup terik ketika kami mulai beranjak menuju SDN Balimester 03 petang ini. Kami mulai dari mecocokkan jadwal dan bersiap membawa semua materi ke kelas. Tepat jam 13.00 wib saat matahari tepat di atas kepala, wakil kepala sekolah meminta anak-anak berkumpul di lapangan. Karena tidak tega untuk berpanas-panasan sehingga hanya anak kelas 4,5, dan 6 yang berkumpul.

Di lapangan tersebut, wakil kepala sekolah ini menjelaskan kedatangan kami dari Kelas Inspirasi. Beliau pun menuturkan, bahwa kami para pengajar dapat dipanggil denga  sebutan kakak guru yang akan menjelaskan profesinya masing-masing. Dari profesi ini diharapkan anak-anak dapat memiliki pengetahuan mengenai jenis profesi tersebut, jangan sampai terbatas mengikuti orang tua mereka yang hanya menjadi pedagang di pasar.

Cukup terhenyak mendengar penuturan dari wakil kepala sekolah tersebut, mengetahui latar belakang para siswa yang bisa dibilang kalangan bawah. Selesai menuturkan hal tersebut, menjelaskam bahwa hari ini tidak ada mata pelajaran hanya dari kakak guru yang akan mengajar dengan kepolosan mereka bersorak dan bertepuk tangan.

Jam 13.30, kelas pertama yang aku datangi adalah kelas 4b. Masuk kelas dan menyapa mereka cukup membuatku grogi namun melihat kepolosan mereka menunggu ku jelaskan profesiku membuatku mulai berkata-kata dari menyebut nama mereka dan menempelkan nama di baju mereka. Lalu, mulai bagikan bahan ajarku yaitu boneka kertas. Tampak antusias, mengenakan boneka kertas itu busana dengan menempelkan kertas warna warni, spidol dan crayon untuk mewarnai. Mereka mampu busana boneka kertas dengan berbagai tokoh dan warna sesuai keinginan mereka.

Tak terasa 30 menit sudah habis di kelas 4b, kelas keduaku adalah kelas 2b. Anak-anak dengan usia lebih kecil lagi. Ku coba menjelaskan profesiku namun tak ada anak yang paham, kehabisan kata-kata segera ku bagiakan boneka kertas ke mereka. Berebut memilih warna boneka kertas dan alat gambar lainnya. Berdasarkan contoh foto yang aku berikan mereka mulai antusias membuat tokoh Superman hingga bel istirahat pun berbunyi.

Di jam ke 3 aku tidak dapat kelas sehingga menyiapkan materi kelas jam terakhir. Selama menunggu jam kelas terakhir, ku duduk depan lapangan. Beberapa anak kelas 2b, menyapaku dari jendela kelas mereka. Cukup terharu mereka mengenal dan menyebut namaku. Bel kembali berbunyi, saatnya ku masuk ke kelas 6b. Kelas tampak sumpek, hanya ventilasi arah lapangan yang terbuka. Panas dan gerah kurasakan karena di jam terakhir semua aktivitas sudah mereka lakukan.

Ku mulai menjelaskan mengenai profesiku, di kelas ini lebih mudah menjelaskan apa saja pekerjaanku sehari-hari. Setelah menjelaskan ku bagikan sisa bahan untuk dibuatkan oleh mereka baju yang sesuai dengan karakter yang diinginkan. Untuk siswa perempuan, hal ini sangat antusias dengan semua pertanyaan yang berkaitan dengan fashion. Sedangkan untuk siswa laki-laki, hal ini cukup membingungkan.

Ku mulai menjelaskan ke siswa laki-laki mengenai busana yang bisa dibuat dari sisa kain ini. Lalu, ada satu anak laki-laki yang datang berbalut bahan putih dengan ikatan di atas kepala. Pocong, busana tersebut yang dia kenakan. Ku coba melarang namun sempat adu pendapat dan tak berhasil melarangnya.

Dengan balutan kain, anak laki-laki itu berkeliling ke kelas lainnya dan membuat pengajar lain kehilangan fokus mengajarnya karena siswa dalam kelas lebih tertarik melihat anak laki-laki berbalut kain putih tersebut.

Selesai mereka menstyling bahan perca, maka ku foto mereka per kelompok. Selesai ku foto, anak-anak sudah berhamburan keluar kelas. Dengan sisa 8 anak dalam kelas aku pun pamit dan mengucapkan terima kasih.

Semua anak digiring menuju lapangan depan sekolah, kita berkumpul sebagai penutupan kelas inspirasi ini dan melepaskan balon ke udara. Dengan keriangan mereka menyalami kami (para pengajar) serta cium tangan dan beberapa anak menyapaku, kembali aku terharu mendengar mereka menyebut namaku "kak ira..kak ira" dan aku pun hanya tersenyum dan berucap "hai" karena ku tak tau nama mereka dan dari kelas berapa. Penutupan kelas inspirasi ditutup dengan foto bersama guru-guru. Dan foto narsis menggunakan tongsis oleh semua pengajar kelas inspirasi ini.

Hari mulai gelap, kami beranjak untuk makan bersama di salah satu Rumah Makan terdekat dari sekolah. Saat berkumpul itulah baru ku ketahui bahwa kelas 6b (kelas jam terakhirku) adalah kelas yang cukup sulit dijelaskan terutama siswa laki-lakinya. Dan ternyata juga, siswa berbalut kain putih itu pun menjadi bahasan kami sambil makan. Ada rasa bersalah, gara-gara kelasku teman pengajar lain tidak bisa fokus mengajarnya, maaf kan aku yaaa ^_^.

Hari pun berakhir berganti hari lain, namun kegiatan ini terutama hari H menjadi hal yang sulit dilupakan. Keseruan, kesulitan, kebersamaan, dan keriangan bersama itu cukup membuat kangen untuk melewati hari selanjutnya.

Kegiatan ini sangat bermanfaat sekali untuk ku, karena aku sangat Beruntung menjadi salah satu pengajar di Kelas Inspirasi JKT3.

Terima kasih semua pihak yang mengizinkan aku melakukan kegiatan ini.
Terima kasih teman-teman, semoga kegiatan ini menginspirasi kegiatan sejenis.

Kelas Inspirasi Membangun Mimpi Anak Indonesia.

Kelas Inspirasi #JKT3 (SDN Balimester 03 Petang): http://youtu.be/4bReDkzDACI

Kelas Inspirasi JKT3 #1

Berawal dari melihat postingan sahabat yang mengikuti kegiatan ini. Mencoba googling berkaitan dengan cara keikutsertaan dalam kelas inspirasi. Submit dan tidak berharap terlalu banyak untuk dapat terpilih menjadi salah satu pengajarnya.

Notification berbunyi menandakan email baru masuk. Membuka email, memulai membacanya dan tertulis "melalui surat ini kami sampaikan bahwa Ira Widiyastuti TERPILIH menjadi relawan pengajar di Kelas Inspirasi Jakarta 3 pada tanggal 24 April 2014". Setelah membaca ini, cukup membuatku termenung karena kesempatan ini ada untuk ku lakukan.

Tak lama, email kembali masuk berisi undangan untuk briefing. Tanggal briefing bertepatan dengan acara keluarga dan dengan sangat berat hati, aku tidak mengukuti briefing ini.

Senin setelah briefing, email kembali masuk yang berlampirkan modul elektronik yang setelah ku baca tapi tidak dimengerti maksudnya. Tak lama, ketua kelompok 39 menghubungi ku. Mas dian menjelaskan mengenai modul tersebut dan pembahasan mengenai teknis hari H dengan mengundangku bergabung di grup WA.

Jumlah kelompok 39 ini lumayan banyak ada sekitar 21 orang yang terdiri dari 16 pengajar, 3 fotografer dan 1 videografer dan 1 orang mengundurkan diri. Di tim ini juga ada 2 orang Fasilitator yaitu Mba Shinta dan Mas Fahri. Teknis opening dan closing pada hari inspirasi terus dibahas di grup dengan banyak pendapat yang disampaikan.

H-5 Kelas Inspirasi, kami menyempatkan diri berkunjung ke sekolah yang terpilih yaitu SDN Balimester 03 Petang yang terletak di depan Pasar Jatinegara. Berhubung belum pernah bertatap muka langsung dengan teman-teman di tim ini, jadi aku mencoba datang agar lebih mengenal mereka dan sekaligus melihat langsung SD yang bersangkutan.

Pertama kesanku di SDN tersebut adalah penuh, karena 1 bangunan dijadikan 2 sekolah sekaligus yaitu pada pagi hari untuk SMPN 14 dan siangnya untuk SDN Balimester 03 petang ini. Saat berkunjung pertama kali ini, cuaca tidak mendukung karena hujan deras membuat lapangan sekolah dan kelas penuh dengan air. Melihat keadaan ini secara langsung membuatku miris dengan berbagi bangunan sekolah serta harus berbasahan pula saat hujan.

Setelah pulang, aku mulai menyiapkan materi untuk mengajar karena di jadwal awal mendapatkan kelas 2 dan 4. Berusaha berfikir untuk menjelaskan apa sebenarnya profesiku. Aku bekerja di divisi promosi di sebuah brand busana muslim pekerjan sehari-hari ku adalah hijab stylist juga mengurusi iklan brand serta pemotretan produk. Berdasarkan hal itu, aku memutuskan untuk menjelaskan profesiku sebagai Fashion Stylist.

Fashion stylist akan sangat berkaitan dengan produk sehingga aku coba membuat boneka kertas sejumlah siswa di 2 kelas tersebut. Boneka itu, rencananya akan dipakaikan baju sesuai dengan keinginan dari siswa tersebut. Semua peralatan berkaitan dengan itu sudah dipersiapkaan dengan rapi.

H-3, mendapat email jadwal baru untuk kelas yang akan diajar. Dan aku kebagian 3 kelas dengan kelas terakhir di kelas 6b. Cukup membuatkan deg-degan karena materi yang aku buat hanya untuk main-main dan tidak cocok materi untuk kelas 6. Lalu, ku minta dari kantor sisa bahan produksi yang cukup banyak, entah untuk apa yang pasti bahan ini cocok untuk materi kelas 6.

Hari H, hari yang ditunggu tiba semua peralatan yang sudah disiapkan, sudah rapi siap dibawa. Sebenarnya hari ini aku tidak mengajukan cuti karena menurut Marketing, aku bisa pergi setelah membuka pameran ( pada hari H ini bertepatan dengan pameran Inacraft di Senayan).

Undangan dari Mas Dian, selaku ketua kelompok untuk hadir dari jam 9 pagi tidak bisa aku penuhi karena aku harus menjalankan pekerjaanku dulu. Tepat jam 11 aku mulai bergabung dengan tim 39, langsung beranjak menuju SD tersebut.

*next di Kelas Inspirasi JKT3 #2


Rabu, 01 Januari 2014

Genap Tahun Barunya #1

Berubah detik, menggenapi tahun baru Hijriah dan Masehi. Sebelum berencana tahun baru ini, ku ingin mengingat kembali tahun 2013 yang menurut ku sangat berkesan, banyak belajar, dan melakukan mewujudkan banyak keinginan.

Di permulaan tahun 2013, di awal detik harus merasakan bahwa hubungan setahun ini tidak diperjuangkan. Masih di Januari, harus melihat Mama jatuh dari tangga dan dirawat hingga 2 minggu. Merasakan betapa berharganya keluarga dan hanya keluarga yang menerima apa adanya.

Di Februari, aku merasa hubungan setahun lebih sebulan ini tidak baik untuk diri saya. Dari segi psikis hingga batin yang membuat ku tidak seperti perempuan muslimah seharusnya dan didukung pula tidak adanya dukungan kedua orang tua dan teman-teman.

Di awal Maret, aku harus mengikhlaskan hubungan ini berhenti. Aku harus membenahi diri terutama pikiran karena harus segera memulai skripsi dan mau mengurus mama. Di akhir Maret ku berkeliling kerja ke Medan dan Pekanbaru.
Dan riska pun menikah dengan mas adi.

Di April, aku diperkenalkan dengan seseorang dari sahabat. Berawal dari banyaknya pertanyaan mengenai hubungan kami yang baru beberapa hari. Tidak ada ucapan aku menyayangi mu atau yanh lain. Hubungan ini berjalan karena adanya rasa sungkan dan banyaknya pertanyaan menuntut. Di awal april ku keliling ke Bali dan Balikpapan.

Di Mei, kami berharap bisa melanjutkan. Namun, entah apa yang merubah sikap kami perlahan pun menghindar dan lost contact. Dan di bulan ini ku berjuang skripsiku selesai.

Di Juni, aku berhasil sidang dengan nilai A walau 1 buku revisian. Dan mohon maaf diucapan terima kasihku tidak ada nama pria yang seharusnya sebagai kekasih hanya ada untuk teman dan sahabat saja.

Di Juli, ku melalui dengan berserah diri sebagai bukti meyakinkan diri bahwa keputusan yang aku ambil berdasarkan karena aku mencintai-Mu.

Di awal Agustus, usia ku bertambah menjadi 25 tahun. Tidak ada perayaan ataupun ucapan. Hanya ada seorang dari masa lalu datang memberikan benda sebagai bukti usahanya menemukanku lagi. Di akhir Agustus, ku bersyukur dengan air mata. Aku diizinkan melihat Ka'bah Mu (umrah) dengan semua biaya dari kantor, alhamdulillah.

DI akhir September, dengan uang yang direncanakan untuk qurban, ku pakai untuk melakukan perjalanan ke Dieng bersama sahabatku dan teman kantornya. Aku berhasil mewujudkannya lagi.

Di awal Oktober, aku berdiri di dalam ruangan Plenary Hall untuk menyatakan bahwa aku berhasil lulus dari Universitas Budi Luhur jurusan Public Relations. Dengan kondisi keuanga  yang sangat menipis. Di akhir Oktober, Mas Sugeng menikah dengan Mba tiara. Alhandulillah dari keluarga Pak Suyadi sudah pecah telor.

Di November, kembali ke keluarga dan merasakan hanya tinggal aku dan mas aris serta rendi.

Di Desember, pekerjaan menumpuk persiapan Ttend Show dan harus aku lalui bulan dan akhir tahun ini dengan kembali ke keluarga. Mendampingi artis ke Semarang

Terima kasih atas rencana indahMu
Insya Allah,