Rabu, 01 Januari 2014

Genap Tahun Barunya #1

Berubah detik, menggenapi tahun baru Hijriah dan Masehi. Sebelum berencana tahun baru ini, ku ingin mengingat kembali tahun 2013 yang menurut ku sangat berkesan, banyak belajar, dan melakukan mewujudkan banyak keinginan.

Di permulaan tahun 2013, di awal detik harus merasakan bahwa hubungan setahun ini tidak diperjuangkan. Masih di Januari, harus melihat Mama jatuh dari tangga dan dirawat hingga 2 minggu. Merasakan betapa berharganya keluarga dan hanya keluarga yang menerima apa adanya.

Di Februari, aku merasa hubungan setahun lebih sebulan ini tidak baik untuk diri saya. Dari segi psikis hingga batin yang membuat ku tidak seperti perempuan muslimah seharusnya dan didukung pula tidak adanya dukungan kedua orang tua dan teman-teman.

Di awal Maret, aku harus mengikhlaskan hubungan ini berhenti. Aku harus membenahi diri terutama pikiran karena harus segera memulai skripsi dan mau mengurus mama. Di akhir Maret ku berkeliling kerja ke Medan dan Pekanbaru.
Dan riska pun menikah dengan mas adi.

Di April, aku diperkenalkan dengan seseorang dari sahabat. Berawal dari banyaknya pertanyaan mengenai hubungan kami yang baru beberapa hari. Tidak ada ucapan aku menyayangi mu atau yanh lain. Hubungan ini berjalan karena adanya rasa sungkan dan banyaknya pertanyaan menuntut. Di awal april ku keliling ke Bali dan Balikpapan.

Di Mei, kami berharap bisa melanjutkan. Namun, entah apa yang merubah sikap kami perlahan pun menghindar dan lost contact. Dan di bulan ini ku berjuang skripsiku selesai.

Di Juni, aku berhasil sidang dengan nilai A walau 1 buku revisian. Dan mohon maaf diucapan terima kasihku tidak ada nama pria yang seharusnya sebagai kekasih hanya ada untuk teman dan sahabat saja.

Di Juli, ku melalui dengan berserah diri sebagai bukti meyakinkan diri bahwa keputusan yang aku ambil berdasarkan karena aku mencintai-Mu.

Di awal Agustus, usia ku bertambah menjadi 25 tahun. Tidak ada perayaan ataupun ucapan. Hanya ada seorang dari masa lalu datang memberikan benda sebagai bukti usahanya menemukanku lagi. Di akhir Agustus, ku bersyukur dengan air mata. Aku diizinkan melihat Ka'bah Mu (umrah) dengan semua biaya dari kantor, alhamdulillah.

DI akhir September, dengan uang yang direncanakan untuk qurban, ku pakai untuk melakukan perjalanan ke Dieng bersama sahabatku dan teman kantornya. Aku berhasil mewujudkannya lagi.

Di awal Oktober, aku berdiri di dalam ruangan Plenary Hall untuk menyatakan bahwa aku berhasil lulus dari Universitas Budi Luhur jurusan Public Relations. Dengan kondisi keuanga  yang sangat menipis. Di akhir Oktober, Mas Sugeng menikah dengan Mba tiara. Alhandulillah dari keluarga Pak Suyadi sudah pecah telor.

Di November, kembali ke keluarga dan merasakan hanya tinggal aku dan mas aris serta rendi.

Di Desember, pekerjaan menumpuk persiapan Ttend Show dan harus aku lalui bulan dan akhir tahun ini dengan kembali ke keluarga. Mendampingi artis ke Semarang

Terima kasih atas rencana indahMu
Insya Allah,