Kelas Inspirasi JKT3 #2

Hari H, cuaca cukup terik ketika kami mulai beranjak menuju SDN Balimester 03 petang ini. Kami mulai dari mecocokkan jadwal dan bersiap membawa semua materi ke kelas. Tepat jam 13.00 wib saat matahari tepat di atas kepala, wakil kepala sekolah meminta anak-anak berkumpul di lapangan. Karena tidak tega untuk berpanas-panasan sehingga hanya anak kelas 4,5, dan 6 yang berkumpul.

Di lapangan tersebut, wakil kepala sekolah ini menjelaskan kedatangan kami dari Kelas Inspirasi. Beliau pun menuturkan, bahwa kami para pengajar dapat dipanggil denga  sebutan kakak guru yang akan menjelaskan profesinya masing-masing. Dari profesi ini diharapkan anak-anak dapat memiliki pengetahuan mengenai jenis profesi tersebut, jangan sampai terbatas mengikuti orang tua mereka yang hanya menjadi pedagang di pasar.

Cukup terhenyak mendengar penuturan dari wakil kepala sekolah tersebut, mengetahui latar belakang para siswa yang bisa dibilang kalangan bawah. Selesai menuturkan hal tersebut, menjelaskam bahwa hari ini tidak ada mata pelajaran hanya dari kakak guru yang akan mengajar dengan kepolosan mereka bersorak dan bertepuk tangan.

Jam 13.30, kelas pertama yang aku datangi adalah kelas 4b. Masuk kelas dan menyapa mereka cukup membuatku grogi namun melihat kepolosan mereka menunggu ku jelaskan profesiku membuatku mulai berkata-kata dari menyebut nama mereka dan menempelkan nama di baju mereka. Lalu, mulai bagikan bahan ajarku yaitu boneka kertas. Tampak antusias, mengenakan boneka kertas itu busana dengan menempelkan kertas warna warni, spidol dan crayon untuk mewarnai. Mereka mampu busana boneka kertas dengan berbagai tokoh dan warna sesuai keinginan mereka.

Tak terasa 30 menit sudah habis di kelas 4b, kelas keduaku adalah kelas 2b. Anak-anak dengan usia lebih kecil lagi. Ku coba menjelaskan profesiku namun tak ada anak yang paham, kehabisan kata-kata segera ku bagiakan boneka kertas ke mereka. Berebut memilih warna boneka kertas dan alat gambar lainnya. Berdasarkan contoh foto yang aku berikan mereka mulai antusias membuat tokoh Superman hingga bel istirahat pun berbunyi.

Di jam ke 3 aku tidak dapat kelas sehingga menyiapkan materi kelas jam terakhir. Selama menunggu jam kelas terakhir, ku duduk depan lapangan. Beberapa anak kelas 2b, menyapaku dari jendela kelas mereka. Cukup terharu mereka mengenal dan menyebut namaku. Bel kembali berbunyi, saatnya ku masuk ke kelas 6b. Kelas tampak sumpek, hanya ventilasi arah lapangan yang terbuka. Panas dan gerah kurasakan karena di jam terakhir semua aktivitas sudah mereka lakukan.

Ku mulai menjelaskan mengenai profesiku, di kelas ini lebih mudah menjelaskan apa saja pekerjaanku sehari-hari. Setelah menjelaskan ku bagikan sisa bahan untuk dibuatkan oleh mereka baju yang sesuai dengan karakter yang diinginkan. Untuk siswa perempuan, hal ini sangat antusias dengan semua pertanyaan yang berkaitan dengan fashion. Sedangkan untuk siswa laki-laki, hal ini cukup membingungkan.

Ku mulai menjelaskan ke siswa laki-laki mengenai busana yang bisa dibuat dari sisa kain ini. Lalu, ada satu anak laki-laki yang datang berbalut bahan putih dengan ikatan di atas kepala. Pocong, busana tersebut yang dia kenakan. Ku coba melarang namun sempat adu pendapat dan tak berhasil melarangnya.

Dengan balutan kain, anak laki-laki itu berkeliling ke kelas lainnya dan membuat pengajar lain kehilangan fokus mengajarnya karena siswa dalam kelas lebih tertarik melihat anak laki-laki berbalut kain putih tersebut.

Selesai mereka menstyling bahan perca, maka ku foto mereka per kelompok. Selesai ku foto, anak-anak sudah berhamburan keluar kelas. Dengan sisa 8 anak dalam kelas aku pun pamit dan mengucapkan terima kasih.

Semua anak digiring menuju lapangan depan sekolah, kita berkumpul sebagai penutupan kelas inspirasi ini dan melepaskan balon ke udara. Dengan keriangan mereka menyalami kami (para pengajar) serta cium tangan dan beberapa anak menyapaku, kembali aku terharu mendengar mereka menyebut namaku "kak ira..kak ira" dan aku pun hanya tersenyum dan berucap "hai" karena ku tak tau nama mereka dan dari kelas berapa. Penutupan kelas inspirasi ditutup dengan foto bersama guru-guru. Dan foto narsis menggunakan tongsis oleh semua pengajar kelas inspirasi ini.

Hari mulai gelap, kami beranjak untuk makan bersama di salah satu Rumah Makan terdekat dari sekolah. Saat berkumpul itulah baru ku ketahui bahwa kelas 6b (kelas jam terakhirku) adalah kelas yang cukup sulit dijelaskan terutama siswa laki-lakinya. Dan ternyata juga, siswa berbalut kain putih itu pun menjadi bahasan kami sambil makan. Ada rasa bersalah, gara-gara kelasku teman pengajar lain tidak bisa fokus mengajarnya, maaf kan aku yaaa ^_^.

Hari pun berakhir berganti hari lain, namun kegiatan ini terutama hari H menjadi hal yang sulit dilupakan. Keseruan, kesulitan, kebersamaan, dan keriangan bersama itu cukup membuat kangen untuk melewati hari selanjutnya.

Kegiatan ini sangat bermanfaat sekali untuk ku, karena aku sangat Beruntung menjadi salah satu pengajar di Kelas Inspirasi JKT3.

Terima kasih semua pihak yang mengizinkan aku melakukan kegiatan ini.
Terima kasih teman-teman, semoga kegiatan ini menginspirasi kegiatan sejenis.

Kelas Inspirasi Membangun Mimpi Anak Indonesia.

Kelas Inspirasi #JKT3 (SDN Balimester 03 Petang): http://youtu.be/4bReDkzDACI

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cinta Kontroversial Yusuf dan Zulaikha

PENGERTIAN PUBLIC RELATION

Kelas Inspirasi JKT3 #1