Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2014

Menemukan... (seseorang) #2

Bulan ini sudah beberapa kali ke rumah, melihat langsung tatapan kedua orang tuaku hingga kepo mengenai responnya saat kamu datang.Di lingkungan rumah, memang aku cukup menjadi sorotan karena termasuk yang jarang lantang luntung sama laki-laki. Kalau pun diantar jemput hanya sampai gerbang rumah. Tapi kamu berkenan masuk ke dalam, salaman sama bapak sambil memperkenalkan diri.Aku mengamati tingkah lakumu dan aku tersenyum sendiri. Aku tau kita memiliki sifat sama yaitu keras kepala dan berusaha mewujudkan apa yang jadi pilihan. Aku tau memang kamu sering gombal dan memuji aku dengan lalu berkata, "terus gimana?" Dan aku balik bertanya, "kamu maunya bagaimana?" Tanpa ada jawaban dari pertanyaan tersebut.Mungkin aku munafik, menjaimkan diri di depanmu tapi aku takut ini hanya harapanku saja. Kita sama -sama dewasa, kita sama -sama bisa baca tatapan mata hingga gesture tubuh tapi aku belum berani berkata apapun.Aku nyaman sama kamu. Merasa dimiliki seutuhnya. Sentuhan…

Menemukan... (seseorang)

Ada sesuatu yang berbeda dengan dirinya. Pertama ingin mengenal ada ketakutan dalam diri untuk maju dan mendekat. Berkenalan melalui aplikasi face to face, berbicara membahas beberapa hal hingga dia mengamati caraku berbicara, bergerak hingga menatap dalam di kedua mataku. Dalam proses waktu, kami bertemu berlagak cuek tapi aku mengamatinya. Menatap dalam membuatku terpojok dengan diriku yang berusaha menutupi kelakuan asliku. Namun, dia tau...Cukup dengan melihatku, bertanya beberapa hal hingga menebak keaslianku. Satu kata yang aku ingat, "jangan jaim ya sama aku". Dan aku hanya bisa tersenyum salah tingkah.Cara berfikirnya, cara menganalisa suatu keadaan hingga cara memperlakukanku membuatku menemukan seseorang dengan paket komplit. Menjadi kakak, teman, dan guru. Mengenalnya dalam waktu mingguan membuatku memiliki seseorang yang bisa diajak diskusi hingga mencela tanpa ada yang sakit hati.Kedekatan kami setiap minggu terus naik hingga pada titik nyaman. Aku menuntutnya u…

Di usiaku yang mulai berkurang

Hari ini, tepat tanggal lahirku di 26 tahun yang lalu. Banyak ucapan yang terjadi secara nyata. Doaku tetap terus dimohonkan, dengan harapan dapat terlaksana.Terima kasih atas waktu dan kesempatan yang diberikan untuk aku bernapas dan beraktifitas. Dengan semua kelalaian dan kesalahan yang masih aku lakukan.Terima kasih Engkau Yang Maha Esa, kedua orang tua, kedua kakakku, sahabat, teman, dan yang mengenal bahkan melihatku. Karena kalian aku disini terus bermimpi dan berusaha mewujudkannya.