Menemukan... (seseorang) #2

Bulan ini sudah beberapa kali ke rumah, melihat langsung tatapan kedua orang tuaku hingga kepo mengenai responnya saat kamu datang.

Di lingkungan rumah, memang aku cukup menjadi sorotan karena termasuk yang jarang lantang luntung sama laki-laki. Kalau pun diantar jemput hanya sampai gerbang rumah. Tapi kamu berkenan masuk ke dalam, salaman sama bapak sambil memperkenalkan diri.

Aku mengamati tingkah lakumu dan aku tersenyum sendiri. Aku tau kita memiliki sifat sama yaitu keras kepala dan berusaha mewujudkan apa yang jadi pilihan. Aku tau memang kamu sering gombal dan memuji aku dengan lalu berkata, "terus gimana?" Dan aku balik bertanya, "kamu maunya bagaimana?" Tanpa ada jawaban dari pertanyaan tersebut.

Mungkin aku munafik, menjaimkan diri di depanmu tapi aku takut ini hanya harapanku saja. Kita sama -sama dewasa, kita sama -sama bisa baca tatapan mata hingga gesture tubuh tapi aku belum berani berkata apapun.

Aku nyaman sama kamu. Merasa dimiliki seutuhnya. Sentuhanmu bukan untuk menjatuhkan harga diriku tapi membuatku dibanggakan.

Aku cuek bahkan sok cuek untuk menutupi bahkan mengurangi harapan ku kepada mu. Aku mau semua berjalan sebaik kita mulai mendekat tanpa paksaan bahkan saling membutuhkan.

Maaf ya, belum maksimal merespon sikap kamu. Aku masih terus belajar untuk pede ada disamping kamu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cinta Kontroversial Yusuf dan Zulaikha

PENGERTIAN PUBLIC RELATION

Kelas Inspirasi JKT3 #1