Rabu, 08 Oktober 2014

Terinspirasi dari buku "He's Just Not That Into You" karya Greg Behrendt dan Liz Tuccillo (penulis dan konsultan "Sex and the city).

Sebagai penulis Greg membahas tentang tingkah polah dan pikiran dari para wanita yang bercerita mengenai hubungan antara wanita dengan teman prianya. Yang sering terjadi adalah bila seorang wanita bertemu atau mengenal seorang pria dan merasa jatuh cinta maka wanita itu akan terus berharap dan menunggu tanpa tau respon apa yang sebenarnya diberikan oleh pria tersebut.
Seorang wanita akan mengeluarkan semua dalih bila pria tersebut berusaha meninggalkannya karena sebenarnya seorang pria tidak akan bicara terus terang bila mereka tidak benar-benar mencintai wanitanya, mereka lebih baik mengorbankan jiwa daripada berterus terang. jadi wanita berhati-hatilah.
Seorang pria bila benar-benar mencintai seorang wanita akan mencari informasi mengenai diri wanitanya, mengenalnya dengan baik, menghubunginya tiap waktu untuk mengetahui keadaanya, merelakan waktunya untuk memikirkan wanitanya, memberikan harapan, menunggunya, membahagiakan wanitanya, mengajaknya jalan sekedar ngobrol lebih dalam mengenai dirinya, menghabiskan waktu untuknya, dan benar-benar mengejar/berusaha mendapatkan seorang wanita tersebut.
Sehingga wanita tak perlu menghabiskan waktunya untuk berharap dan menunggu seorang pria yang tidak benar-benar mencintainya. Karena sebenarnya semua wanita itu cantik dan bisa mendapatkan yang lebih dari seorang pria.
Maka sadar lah wanita, kita pasti bisa mendapatkan pria yang benar-benar mencintai kita dengan sepenuh hati apapun yang terjadi. Seperti dalam sebuah surah dalam Alqur'an bahwa Allah menciptakan manusia hidup dalam berpasang-pasangan dalam jenisnya. Jangan lah takut akan kehilangan jodoh karena akan ada jodoh terbaik yang diberikanNya untuk masing-masing diri kita.
Mungkin pernah ada pendapat mengenai "jangan pernah terlalu memilih". sebagai makhluk yang merasakan rasa jika tidak jadi seorang pemilih maka ia tidak memiliki rasa. Rasa terbentuk karena keinginan dan harapan yang mempengaruhi hati untuk merespon.

Menemukan...(seseorang) #3

Sore itu, kamu telpon dan menanyakan apakah ingin bertemu dengan pilihan jawaban iya atau tidak. Sulit memilih jawaban itu, dengan terpaksa ku jawab.
"Klo boleh jujur, aku mau kamu datang. Tapi bohongnya mending kamu pulang aja ya, sana pulang".
Dan tanggapan kamu, "oke, aku 1 jam lagi sampai rumah kamu".
Hwaaa...antara senang atau gundah gulana mendengar tanggapan kamu.
1 jam berlalu dan kamu pun tiba.
"Aku udah diluar".
Aku datang dan membukakan pintu dan mempersilakan masuk ke dalam rumah. Kamu mulai berbasa-basi dengan Bapak ku, aku hanya tersenyum mendengarnya sambil mengaduk teh hangat.
Menghabiskan teh hangatnya, kami pun berpindah untuk makan malam dan sekedar berbagi cerita. Kamu menceritakan tentang cara kamu bekerja hingga beberapa bersosialisasi dengan teman mu di kantor. Tanpa sadar sudah jam 09.00 malam, kami pun berajak kembali ke rumahku.
Tak lama di rumah, kamu berpamitan dengan mama ku. Ku lihat matamu memerah karena kantuk dan lelah.
1 jam berlalu dan kamu pun tiba di kost an mu.
Kembali kami berbincang hingga ke pembahasan tentang hati. Ada rasa yg ingin ku simpan namun kamu terus mendesak. Terus berfikir dan sulit mengeluarkan suara.
"Aku sayang kamu"
Hanya kata itu yang ingin aku sampaikan tapi sangat sulit hingga butuh keberanian untuk mengakui. Kami sama-sama menahan nafas saat kata itu terucap. Dan ini pertama kalinya aku mengakuinya.
Ada rasa malu, karena aku terlihat mendesaknya. Namun, aku tak munafik kalau aku merasakannya juga.
"Mas, level kepercayaan untuk mu aku sudah tambahkan 3 bar levelnya hingga 80% terbangun".
Semoga apa yang aku rasakan, juga kamu rasakan ya mas...
Harapan ini perlahan tumbuh.