Menemukan...(seseorang) #3

Sore itu, kamu telpon dan menanyakan apakah ingin bertemu dengan pilihan jawaban iya atau tidak. Sulit memilih jawaban itu, dengan terpaksa ku jawab.
"Klo boleh jujur, aku mau kamu datang. Tapi bohongnya mending kamu pulang aja ya, sana pulang".
Dan tanggapan kamu, "oke, aku 1 jam lagi sampai rumah kamu".
Hwaaa...antara senang atau gundah gulana mendengar tanggapan kamu.
1 jam berlalu dan kamu pun tiba.
"Aku udah diluar".
Aku datang dan membukakan pintu dan mempersilakan masuk ke dalam rumah. Kamu mulai berbasa-basi dengan Bapak ku, aku hanya tersenyum mendengarnya sambil mengaduk teh hangat.
Menghabiskan teh hangatnya, kami pun berpindah untuk makan malam dan sekedar berbagi cerita. Kamu menceritakan tentang cara kamu bekerja hingga beberapa bersosialisasi dengan teman mu di kantor. Tanpa sadar sudah jam 09.00 malam, kami pun berajak kembali ke rumahku.
Tak lama di rumah, kamu berpamitan dengan mama ku. Ku lihat matamu memerah karena kantuk dan lelah.
1 jam berlalu dan kamu pun tiba di kost an mu.
Kembali kami berbincang hingga ke pembahasan tentang hati. Ada rasa yg ingin ku simpan namun kamu terus mendesak. Terus berfikir dan sulit mengeluarkan suara.
"Aku sayang kamu"
Hanya kata itu yang ingin aku sampaikan tapi sangat sulit hingga butuh keberanian untuk mengakui. Kami sama-sama menahan nafas saat kata itu terucap. Dan ini pertama kalinya aku mengakuinya.
Ada rasa malu, karena aku terlihat mendesaknya. Namun, aku tak munafik kalau aku merasakannya juga.
"Mas, level kepercayaan untuk mu aku sudah tambahkan 3 bar levelnya hingga 80% terbangun".
Semoga apa yang aku rasakan, juga kamu rasakan ya mas...
Harapan ini perlahan tumbuh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENGERTIAN PUBLIC RELATION

Cinta Kontroversial Yusuf dan Zulaikha

Cinta, Masa Lalu, Selingkuh dan Karma