About Me..

Aku, Ira. Anak ketiga dari 3 bersaudara (bungsu) dengan 2 kakak laki-laki yang cowo semua..Jadi di rumah hanya ada 2 perempuan cantik, aku dan mama.

Aku dari kecil sudah dididik dengan penurut, aku anak rumahan yang memang main di rumah. Dari SD aku selalu dianter mama hingga kelas 5 SD. Pernah sekali kehujanan karena ga di jemput mama sampai rumah aku menangis. Aku termasuk anak pintar dengan peringkat seringnya dari rangkin 5 sampai rangking 2 pernah merasakannya bahkan rangking 1,2 pernah gara-gara ada 2 orang yang rangking 1..

Cerita masa kecil yang aku ingat selalu lucu, dengan kepolosannya. Dari yang disuruh ngaji ga mau dan minta pulang sampai lari-lari berdua sama weni gara-gara di kejar anjing dan tangan kanan ku luka sepanjang pergelangan. Waktu kelas kebagian jadi anggota upacara dari pembacaan UUD, MC upacara hingga Pengibaran bendera.

Kisah cinta monyetku pun di awali dari SD kelas 3 dan aku selalu di ledekin dengan teman sekelas. Secara ya, teman dari TK dan ibu-ibunya itu temen kumpul. Dan olok-olokan ini sampai SMP sering terdengar. Namanya anak SD ga pernah tau apa itu cinta-cintaan sampai teman banyak yang pacaran, tetep anteng tak berpengaruh.

Semasa SD, bapak menjanjikan untuk membelikan sepeda kalau aku rangking 1. Dan saat itu tiba tetep aja ya, belum kebeli gara-gara rangking 1,2 weeeww.w.

Dengan nilaiku yang lumayan aku masuk SMP wilayah DKI, ada beberapa teman SD yang masih bareng dan apu punya geng yaitu VIDI (via = wenti, Icha = weni, Diya = ira, dan Inka = Pajar). Pernah kelas 1 SMP, wenti di deketin sama temen weni, namanya Bayu..Dan kita ber3 maju untuk memastikan maksud cowo itu (ceritanya ngelabrak)...hehehhe lucu inget kejadian itu..

Di SMP pun aku juga belum pacara seperti teman-teman yang lain. Mungkin karena terbiasa di olok-olok dari SMP tiba-tiba ada perasaan aneh yang membabibuta. Dan aku pikir itu cinta. Melihatnya dari jauh, memberi sinya ala anak SMP sampai menjodohkan dengan sahabat sendiri.

Dan kebongkar saat kelas 3, tahun baru nginep rumah Pajar. Akupun menangis, membodohi diri sendiri..*lucu*

Sebenarnya waktu SMP bukannya ga ada yang deketin tapi mungkin karena pengaruh cinta-cintaan itu kali ya..:))

Pernah saat Harry Potter lagi hitsnya dan aku pinjam buku sama Nana biar bisa baca, sampai ketauan Pak Yuniarsa dan di sitalah buku itu. Merasa bertanggung jawab, dengan alesan apapun bahkan di suruh menceritakan kembali isi buku itu dan aku sanggup. Cepet-cepet pulangin deehh...*thanks Nana pinjamannya*

Nilai semasa SMPku pun ga jelek-jelek amat, bahkan waktu mendekati EBTANAS aku masuk kelas anak2 pinter khusus pendalaman materi. Aku suka pelajaran Sejarah, Fisika, dan Matematika.

Semasa SMK pun yang kebetulan masuk di jurusan Tata Busana (yang sebenarnya pingin SMA dan ambil Fisika karena orang tua menasihati harus SMK jadilah Tata Busana) sebenarnya aku suka gambar orang nikah dengan gaya modernnya itu. Aku nikmati masuk ke SMK ini, tapi nilai praktekku pas-pasan 7 aja. Sedangkan nilai pelajaran umum lain pernah juga sampai nilai 10...ckckkkck...

Dan di SMK ini pun aku belum juga mencoba berpacaran karena aku berpendapat harus lulus sekolah dulu. Kebetulannya teman sekelasku adalah perempuan semua ajaaa...

Sewaktu masih SMK, mama bapak sudah memperingatkan kalau hanya bisa menyekolahkan sampai SMK saja, bila ingin melanjutkan aku harus bekerja dulu.

Dan itu, semangatku..aku harus kuliah, selain agar tidak diremehkan tapi juga aku sadar sebagai perempuan yang akan mendidik anak-anaknya kelak harus punya background pendidikan yang cukup. Itu cita-citaku.

Lulus Sekolah, aku bekerja selama 2 tahun di Butik muslim yang mengantarkanku untuk menutup aurat dan aku pun memakain kerudung. Perjalanan yang panjang untuk meyakinkan diri bahka memang aku butuh kerudung untuk menutup diri bukan hanya ingin dan disuruh. Apalagi banyak omongan orang terutama orang rumah yang hingga kini tidak mendukung 100% karena memang keluargaku bukan dari keluarga Islam tapi aku bersyukur walau begitu aku sadar berkerudung karena aku sendiri dengan pemahaman dari orang yang masih mau mendukungku (kakakku).

Karena merasa lelah dengan pekerjaan ini maka aku mengundurkan diri. Pada bulan ke 2, aku mendapat tawatan dari ibu Ida untuk mengurusi permintaan seragam untuk ibu-ibu di Batam. Maka akupun berangkat untuk pertama kalinya menggunakan pesawat, seminggu di Batam sangat membuatku tidak nyaman dan aku memintanya pulang.

Sesampai di Jakarta ada banyak kendala dalam mengurusi usaha ini, sampai tak ada kejelasan.
Pada bulan ke 5 aku menganggur, di panggilah di perusahaan yang ternyata sangat dekat dengan rumah.Dan awal bulan pun aku mulai bekerja di sana.

Ini perusahaan yang memproduksi khusus kerudung dengan workshop di daerah Kreo dan untuk store hampir di seluruh Indonesia karena bergabung dengan perusahaan yang memproduksi busana muslim wanita.

Saat 3 bulan pertama, aku sudah dipercaya untuk mentraining SPG untuk store yang ada di Bali. Bertepatan dengan ulang tahunku ke 21, alhamdulillah...

Dan setiap membuka store baru aku pun di percaya untuk mengunjunginya seperti ke Yogya, Solo, Surabaya, Makassar, Padang, dan Banjarmasin.

Banyak target tercapai saat bekerja di sini. Aku melanjutkan kuliah malam S1 sampai sekarang semester 4 dan nyicil motor dengan uang dan keringatku sendiri...alhamdulilla..

Untuk kisah cintaku tidak selancar pekerjaanku, namun aku bersyukur Allah mengizinkanku untuk merasakan keindahan itu.

Teman pertama masuk kuliah, menyatakan cintanya dan kami hanya bertahan 2 bulan. Selang beberapa bulan, ada seseorang yang menarik perhatianku hingga 6 bulan pendekatan ternyata ia hanya menganggapku teman. Berlalu 3 bulan, aku dengan teman kampusku lagi. Teman 1 kelompok pula. Dan bertahan 2 bulan karena aku menduakannya.

Menduakan dengan teman SMPku yang dulu tak sempat terjamah karena termasuk cwo terpopuler. Dan saat aku dengan teman kuliah ku ia mendekat dan menawarkan sebuah karma. Hingga aku pun merasa di perebutkan dan melepaskan teman kuliahku dan memilih cwo tersebut.

Awal pendekatan sangaat indah, tatapan dan senyumannya mengandung banyak keindahan. Tetapi matanya tidak bisa membohongi karena ia menyembunyikan sesuatu. Hingga kita jadian saat di kereta sepulang dari Bromo.

Sebulan pertama begitu indah, hingga bulan kedua saat sang mantan mencoba menawarkan diri sedangkan aku merasa tidak dipertahankannya. Aku tetap berusaha mengurusi walau ia tidak membalas sms dan tlpku. Bahkan saat aku berkunjung ke rumahnya pun terasa sangat dingin.

Hingga aku lelah di bulan ke 3 dan membiarkan ia memutuskanku. Bulan ke 4 ia menyerah dan kami tidak lagi menjalin hubugan. Proses awal yang buruk dan cepat berakhir dengan cepat dan buruk pula, dan akupun bersyukur..alhamdulillah..

Dan kini aku hanya terdiam bersama mimpi-mimpi keindahan masa lalu yang aku tak mau mengulanginya lagi. Cukup menjadai mimpi..

Walau tawaran untuk kembai ke teman kampusku sempat membuatnya berjuang, aku tetap kukuh dengan kesalahan ini. Aku yang membuat karma dan aku menerimanya.

Aku hanya memohon agar dipertemukan dengan sesorang yang baik dan menyadarkanku akan keindahanMu...amiinn..